Cerita Kita, Kehidupan, Wisata, Writing

4 Serba-serbi Interview Kerja

Hidup itu berproses, dan setiap prosesnya membutuhkan perjuangan serta usaha yang tanpa henti diiringi oleh doa dari orang-orang sekitar. Langkah selanjutnya setelah lulus dari jenjang perkuliahan adalah mencari dan mendapatkan pekerjaan. Sebuah problematika ketika seorang sarjana tidak mendapatkan pekerjaan dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Jujur, setelah lulus S1, gue pengin banget melanjutkan S2 keluar negeri, tapi, orang tua tidak memberi restu. Gue harus merasakan bagaimana mencari pundi-pundi uang di jaman yang kejam ini. Alhasil, gue mencari pekerjaan dengan setengah hati. Mau-mau-enggak-enggak.

Setiap orang yang bertanya, “udah kerja?” gue selalu menjawab “mencari uang, bukan kerja”. You know what i mean lah yaaa as a blogger.

Tapi tetap saja, orang tua gue tidak menerima hal itu sepenuhnya, padahal, mencari uang dirumah berarti mereka ada yang nolongin kalau ada keperluan lain. Dan gue mengalah, mengirim berbagai macam cover letter dan CV ke perusahaan-perusahaan. Sampai pada akhirnya, ada beberapa panggilan interview! Seneng? Biasa aja, yang ada gue deg-degan takut kurang sopan atau kurang ajar.

1. Pulang lagi

Setelah mendapat panggilan interview, gue selalu mencari tahu  perusahaan macam apakah itu, dan ketemu sih, tapi kurang meyakinkan, lalu gue memberanikan diri untuk datang interview sesuai dengan waktu yang ditetapkan. Sudah sampai di lobby kantor, naik hingga lantai dua tempat kantor itu berada, gue memilih untuk pulang! Kenapa? Karena kantornya kurang meyakinkan, tidak ada orang yang lalu lalang, tidak ada suara bising musik atau sedang diskusi.

Mencari pekerjaan bukan hanya interview tatap muka, ada juga yang tes online, dua kali gue tes online dengan posisi yang menggiurkan, namun harus terhenti hingga itu saja.

2. Baru pulang tamasya tengah malam

Sebulan kemudian setelah interview pertama, gue mendapatkan panggilan interview di daerah Mangga Besar, jam 9 pagi hari senin. Pada hari jumatnya, gue sekeluarga tamasya ke wilayah seberang, dan baru mendarat hari minggu jam 11 malam, tiba dirumah sekitar jam duaan. Kebayang apa yang gue lakukan dengan interview itu? Iya, gue enggak dateng, padahal jabatannya gue banget gitu loh.

3. Mengurus Kakek sakit

Datanglah panggilan interview ketiga, gue sudah mengkonfirmasi untuk datang tepat waktu dengan dress code yang telah ditentukan, namun apa daya, gue harus menemani dan mengurus kakek yang masuk rumah sakit dihari gue harus interview. Percayalah, rejeki enggak kemana.

4. Salah Hari

Lalu, gue mendapatkan panggilan interview tatap muka lagi di daerah Cempaka Putih. Jarak yang lumayan jauh dan perjuangan naik kereta yang sungguh menguras batin karena ditunggu jam 10 pagi dengan dress code ala-ala karyawan gitu yakan. Dan gue selalu menyalakan alarm sebagai pengingat. Pada satu subuh, gue sudah terjaga dan rapi, sudah wangi dengan sepatu hak andalan saat SMK.

Pamitlah gue dengan kedua orang tua, eh enggak deh, Mamih doang. Sampai di depan kantor, gue kepagian! Yaudah, nungguin dong berdiri aja di seberang kantor, hampir sejam nunggu, dan hiruk pikuk di kantor itu tuh sepi, seperti ada yang aneh. Lantas gue mengecek email undangan interview, gue liat tanggalnya sesuai dengan hari itu, gue masih dengan sabar menanti jam 10 dan reminder di telpon dari pihak sana, tapi nihil! Setelah gue buka kalender, ternyata gue salah hari! Menyakitkan, sungguh menyakitkan dan malu-maluin aja. Dengan rasa geli, gue wasap Mamih, “Mih, neng nggak jadi interview, salah hari” HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH

4 serba-serbi interview diatas adalah yang paling tak terlupakan, karena jabatannya yang aduhai, gue banget! Tapi, ya kembali lagi, rejeki nggak bakal kemana kok! Yang penting usaha, berdoa dan lakukan, ya nggak? Kalau kamu, punya cerita apa selama mencari pekerjaan? Share dong di kolom komentar postingan ini.

Share

21 Comments

  • Reply

    Oky Maulana

    September 14, 2017

    YANG TERAKHIR KOK BIKIN NGAKAK SIIIH WKWKWKWKWK

  • Reply

    Marfa

    September 19, 2017

    Duh kocak pisan, serba nggak jodoh gitu yak, giliran udah siap salah hari. :’D. Kalo aku belum pernah sih kerja langsung gitu, pernahnya ngelamar freelancer udah training juga eh giliran udah dikasih job pertama malah mengundurkan diri karena ngerasa nggak cocok :’D

  • Reply

    Jiah

    September 20, 2017

    Wkwkwkw salah hari
    Aku pernah dong interview terus dimintain duit supaya bisa masuk. Ya Allah, ini mau nyari duit malah minta duit. Mana punyanya pas2 san. Pdhal udah ngebis jauh dr pagi, ngangkot entah ke mana. Akhirnya kupilih lepas

    Pulang dan nanya temen, apa iya kerja PT A minta duit? Dia bilang enggak. Well, mgkn aku baru saja selamat dr penipuan

  • Reply

    andhikamppp

    September 20, 2017

    Kasiah ih, baca yang terakhir. Tapi kan tanggalnya sama, kok bisa beda hari? gimana ceritanya?

    Yang poin 1, itu seharusnya jangan kamu lakuin, Mi. Impactnya bisa ga bagus buat almamater kamu. Ada perusahaan pernah ngeblacklist satu kampus/sekolah karena, beberapa orang, ga dateng pas panggilan. Tanpa keterangan.

    Dan, iya, panggilan interview boleh direschedule kok, asal ga dadakan.

    Kakek gimana? Udah sehat?

  • Reply

    Dikki Cantona Putra

    September 20, 2017

    Hahaha lucu tuh kalo interview salah hari. Udh siap siap untuk interview kerja udh rapih udah sampe tempat tujuan eh di cek jadwalnya salah tanggal malunya bukan main tuh haha

  • Reply

    Dian Safitri

    September 20, 2017

    Aku tahu rasanya ketika bekerja di rumah dianggap bukan bekerja.

    Aku pernah sudah mulai bekerja sekitar 3 minggu, menjelang gajian tiba-tiba dipanggil hrd karena kontrakku “mendadak” ditolak oleh salah satu atasan. Gaji yang disepakati dianggap terlalu tinggi. Awal bulan terpaksa blom gajian karena si kontrak masih direview dan gaji diturunin. hmmmm….

  • Reply

    Zefy

    September 20, 2017

    Salah Hari mi hahahahaaa…

    Bisa gitu ya mbak, kadang dunia itu gitu 😀

    Mantablah tapi, pengalamnnya banyaknnih. Bisa lho mbk dibuat jadi cerita gitu. Aku pernah dpt kerjaan yg aku banget tapi ga jadi karena ga diizinin keluarga. Ya udah, keluar, fix :D, daripada kualat kan hehe

  • Reply

    Mahadewi

    September 20, 2017

    Aku kalau kecapean gitu kaya baru landing tengah malam, biasanya akan aku reschedule untuk dua hari ke depan karena sakit. Bener kata Dhika, kalau berhalangan atau ga suka sama kantor better langsung cancel aja. Soalnya absennya kita tuh dilihat sama hrd jelek

  • Reply

    Rhoshandhayani KT

    September 20, 2017

    Tadi pagi aku baca ini, tapi ternyata lupa gak komen gegara hafus ngerjain yang lain, hahaha

    Temen2ku juga lagi nyari kerja. Ironisnya, mereka gak mau kerja yg sesuai dgn bidangnya. Aku dan teman2 kan pendidikan fisika, eh temen2 malah pengen kerja di perusahaan. Kerja di perusahaan kan umumnya sapes atau bagian marketing.

    Kalo aku sih,masih menanti wisuda dan pinangan s2. Sembari itu, aku ngeblog ihiiiir

  • Reply

    Rhoshandhayani KT

    September 20, 2017

    Tadi pagi aku baca ini, tapi ternyata lupa gak komen gegara hafus ngerjain yang lain, hahaha

    Temen2ku juga lagi nyari kerja. Ironisnya, mereka gak mau kerja yg sespiiiir

  • Reply

    Rhoshandhayani KT

    September 20, 2017

    (mbak, lanjutan komenku ngilang)
    Aku nulis di sini yaaa

    Ironisnya mereka gak mau kerja yg sesuai dengan jurusannya. Aku dan teman2 ini pendidikan fisika. Eh temen2 malah oengen ke perushaaan, padahal kan ua jadi sales arau marketing.

    Kalo aku siiih sedang menanti wosuda, pinangan s2, dan ngeblog untik cari duit ihiiiiir

  • Reply

    ajenangelinaa

    September 20, 2017

    Pada akhirnya kerjaan lu sekrang enak kan, Mi
    Hahaha yess kerjaan adalah jodoh. Daoatnya susah, kalau udah dapat belum tentu langgeng *ehgimana
    Semoga imoian jadi mahasiswa luar negeri tercapai yess

  • Reply

    Perempuan November

    September 20, 2017

    poin terakhir itu bikin ngakak deh ya.

    aku setelah lulus kuliah justru nggak pernah ngerasain interview. dulu pas masih kuliah dan berambisi kuliah sambil kerja baru deh beberapa kali interview, seringnya nggak ketrima karena masih kuliah.

  • Reply

    lendyagasshi

    September 20, 2017

    Pernah ngalamin hal yang sama kaya ceritanya Mia yang nomer 1.

    Yang menyakitkan, aku pernah gak teliti masalah nomer urut peserta tes.
    Harusnya aku masuk ke tahapan tes berikutnya, tapi karena aku gak teliti, aku malah pulang.

    Sesampainya di rumah, aku sadar.
    Nomer aku yang sebenarnya aku tempel di map, bukan di dada.

    Hadeeuu~~
    Sampai sekarang nyeselnya.

    Tapi terus diobatin dengan kata-kata `Allah Maha Tau apa yang terbaik untuk hambaNya, in syaa Allah.`

  • Reply

    HELLO FIKA

    September 20, 2017

    ini kalau dibaca penulis novel, bisa jadi cerita romance hahahah apalagi kisah ke 4 salah hari tapi malah ketemu calon boss ganteng yg ternyata masih single. dan sedang cari calon istri wkakakaakakak..

    wawancara membaca berkah

  • Reply

    Pertiwi Yuliana

    September 20, 2017

    Tiwi mah yang paling sering dan hampir pasti saat mau datang interview itu jelas… nyasar. Sampai dihubungin pihak perusahaanya berkali-kali. Ada yang masih ditunggu buat interview, ada yang udah ditinggal karena waktunya buat interview udah lewat dan ganti buat interview orang lain. Ya gitulah. Nyasar hhh.

  • Reply

    Dian Hendriato

    September 20, 2017

    Seenggaknya, ngurus keluarga yg sakit lebih penting, nyari kerja bisa kapan aja, kerjaan banyak kok, ya meski agak susah nyarinya, ngelamar sana-sini.

    tapi kan kakek gak ada banyak :)

  • Reply

    Nurul Fitri Fatkhani

    September 20, 2017

    Waduh keempat pengalaman waktu interiew yang dialami MbakMia, serba gak terduga ya.. Tapi memang rejeki itu seperti jodoh. Akan datang pada waktu yang tepat dan kerjaan yang paling tepat untuk kita.

  • Reply

    Sandzarjak

    September 20, 2017

    Saya juga pernah mengalami kondisi yang hmpir sama, malam sebelum interview saya mendapat kabar tidak baik. Saya sempat mau meninggalkan interview kerja di keesokan harinya, tapi temen saya menyarankan telepon saja untuk minta re-schedule. Alhamdulillah di Approve.

  • Reply

    Ruziana

    September 21, 2017

    Di balik segala ceritanya interview kerja mmg perjuangan ya
    Kegagalan anggap saja pengalaman hidup
    Saya ingat wawancara kerja pertamakali cuma bentar banget…dilihat hasilnya tulisan saya lalu besoknya disuruh mulai kerja

Leave a Reply to Jiah Cancel reply