Abstrak, Olahraga, Review, Writing

Bicara Tentang MotoGP 2017

Sebelum meneruskan untuk baca tulisan ini, mohon diingat, ini pendapat saya bukan pendapat orang lain, ya.

Di awal sesi MotoGP 2017, gue memuji Maverick Vinales yang baru saja bergabung dengan Yamaha dan berhasil menjadi pemenang pada balapan pertama. Menurut gue, Yamaha tidak salah rekrut orang, satu karena Maverick masih muda yang jarak umurnya dengan Rossi adalah berapa belas tahun? Ah ya sekian, dan kedua, dia lumayan cakep, gaes. Hingga beberapa balapan, Maverick malah melempen, bahkan sampai akhir sesi, doi nggak selalu berada di posisi pertama alias nggak naik podium. Ada apakah dengan Maverick? Issue mengenai kenapa doi menjadi yang terbelakang tidak keluar seperti waktu Loren selalu komplen kalau motornya kalah bagus dari Rossi jadi nggak bisa tampil maksimal. Mungkin doi menyimpan sendiri dengan tim dan memperbaikinya, tanpa umbar-umbar ke publik.

Agak ke pertengahan sesi MotoGP 2017, fokus beralih kepada Valentino Rossi, Marc Marquez, Andrea Dovisiozo, Johan Zarco, dan Petrucci. Kenapa? Karena kamera banyaknya lebih focus ke mereka saat di posisi 5 besar.

Johan Zarco contohnya, awalnya doi nggak di pole position atau baris pertama start, eh tiba-tiba dia bisa berada di posisi 5 besar. It’s a huge movement as a rookie from Yamaha Tech 3. Tapi ya gitu, kadang Zarco nafsu bisa memimpin balapan, stabil beberapa putaran, eh malah kesusul sama pembalap lain. Akhirnya nggak naik podium atau tidak berada di posisi utama podium. Ada blogger lain yang bilang kalau Zarco itu nafsunya gede, coba tu dia tau dari mana deh.

Petrucci ini juga curi-curi spot dengan baik, menurut gue, doi lebih stabil daripada Zarco. Soalnya kalaupun kesusul, Petrucci nggak jauh-jauh amat posisinya. Misalnya di tiga, trus kesusul eh ada di posisi empat. Selain itu, Petrucci juga lumayan handsome, 10-12 sama baby face-nya Mas Dani Pedrosa.

Valentino Rossi, Marc Marquez dan Andrea Doizioso ini yang  balapannya paling seru ditonton. Apalagi kalau mereka bertiga saling memperebutkan posisi utama. Tapi, karena kecelakaan motor, Valentino di beberapa balapan terakhir sesi MotoGP 2017 ini performanya berkurang. Dua kali doi absen balapan, karena kondisi kakinya yang nggak memungkinkan. Tapi salut sih, saat kakinya belum sembuh total, doi bisa naik podium. Akakakakak

Andrea Dovizioso dan Marc Marquez ini adalah dua kandidat utama juara dunia MotoGP 2017. Keduanya juga seperti bergantian naik dan turun podium, menunjukkan rivalitas yang sehat dan saling mendukung, dan serunya adalah kejar-kejaran point. Sampe balapan terakhir di Valenia, jarak point Doizioso dengan Marquez adalah 21 point. As the comenttory said, nothing impossible in MotoGP! Iya,, nggak ada yang nggak mungkin di bumi ini selama Tuhan yang berkehendak.

Mempertahankan poin adalah suatu hal yang susah-susah gampang. Kalau nggak bisa berada di posisi 3 utama, yang penting jangan jatuh, kalau sekalinya jatuh, amblas poin yang sudah terkumpul selama balapan di sirkuit tersebut. Tapi, tidak menutup kemungkinan untuk naik podium, intinya kalau mau main aman, ya finish di posisi berapapun asal nggak jatuh. Dah gitu aja.

Menurut gue, prinsip tersebut diterapkan oleh Jorge Lorenzo. Dari awal sesi, doi tidak menunjukkan hasil yang gemilang, akan tetapi masuk 6 besar calon Juara Dunia. Iyap, doi main aman dengan tidak jatuh atau crash. Seberapa kurang baiknya motor, doi berusaha untuk tetap berada di arena balap. Namun, menjelang akhir sesi MotoGP 2017, Jorge Lorenzo mulai menunjukkan taringnya dengan membuktikan bahwa dia bisa naik podium bersama Ducati di tahun ini.

Klimak pada sesi MotoGP 2017 adalah saat seri terakhir (yaiyalah, kalau awal bukannya klimaks). Ketika kita focus pada posisi berapakah kedua calon juara dunia ini berada, fans Dovizioso pasti seperti mendapat luka goresan. Yap, ketika rivalnya berada pada pole position, Dovizioso berada pada posisi 9! Sangat jauh dan memerlukan usaha yang tidak mudah untuk menjadi juara dunia. Jika Marquez menjadi juara dunia, maka Dovizioso harus finish di posisi 11 kebawah atau dia keluar race, dan jika Dovizioso juara dunia, maka Marquez harus finish pada posisi 12 atau lebih rendah. Sulit kah? Tentu sulit. Tapi sekali lagi, tidak ada yang tidak mungkin.

Balapan terakhir MotoGP di Valencia

Balapan terakhir atau finaslshowdown menjadi sebuah pertarungan yang sengit. Karena pole position bukan berisikan 3 calon juara dunia, tapi Johan Zarco, Andrea Iannone (My Maniac) dan Marc Marquez. Dari awal gue berkecil hati Dovi bisa menang balapan ini, akan tetapi ditengah-tengah balapan, marquez melebar dan berada di posisi 5, maka jarak point mereka terpaut 15!

Setelah kejadian itu, tiba-tiba terdapat warning “mapping 8” untuk Jorge Lorenzo. What was happened? What is it mean? Peringatan ini muncul terus di layar televise, sampe dikasih tanda bahwa Lorenzo haruss mundur 1 posisi dibelakang Dovizioso. Gue baru kali ini mendengar istilah ini, maka cari-cari dong di twitter. Kata anak pertwitteran MotoGP Internasional, halah, mapping 8 itu disuruh mundur karena dirasa dan terlihat kalau si rider berusaha menghalangi rider dibelakangnya untuk menyusul.

WHAT THE HELL! He did something llike this on last MotoGP series. Am I right?

Karena tidak mengindahkan warning dari tim komunikasi, eh tiba-tiba Jorge jatuh! Sayangnya, beberapa saat kemudian Dovizioso juga ikutan jatuh! Taruah gue kalah, gaes. Padahal masih bisa meneruskan balapan tuh, tapi doi malah memutuskan untuk balik ke pit, dan semua kru tetap menyemangatinya. What a series, Dovi !

Eits, kalau Marquez, berada di posisi 5 sebelum Dovizioso jatuh, siapa yang diposisi 3 besar? Jawabannya adalah Dani Pedrosa, Johan Zarco and Jorge Lorenzo. Karena kedua pembalap Ducati itu jatuh, alhasil Pedrosa dan Zarco memperebutkan posisi utam, dan berlangsung sangat sengit sampai pada akhirnya Zarco diposisi kedua dan Pedrosa posisi pertama.

Balapan ini sangat emosional bagi gue, selain kalah taruhan, tim Ducati juga nyesek dua pembalapnya jatuh dan Dovi nggak bisa jadi juara dunia. Di pit, Dovi nangis, gaes, ku juga sedih. Tapi ya namanya nonton pertandingan semacam balapan gini, dibalik kata sedih pasti ada sumpah serapahnya wkwkwkwk hayo ngaku sumpah serapah apa yang pernah kaian keluarkan selama menonton balapan MotoGP 2017 ini? Wkwkwkw

Yup, Marquez menang telak menjadi MotoGP 2017 World Champion! Congratz, Marquez. Also, Dovi, you did a good job!

Jadi, komposisi tim tahun depan masih sama dengan tahun ini, yang berbeda hanya tambahan dari tim rookie. Who will be the next World Champion, Guys? See you on my next post, and series of MotoGP 2018!

With love,

MF.

Share

Leave a Reply