Abstrak, Cerita Kita, Cinta, Kehidupan, Persahabatan, Writing

Day 8 : Antara kata hati dan kehendak diri

Pada tulisan Day 7 untuk #30HariMikirinMantan , diceritakan bahwa Bintang datang kembali membawa manisan yang sebenarnya hendak dibuang. Miracle? Miracle akan selalu ada dihati ini, bersemayam kekal hingga waktu melunturkan. (Miracle dibaca Mirekel aja, ya. hahaha)

Gue tipe orang yang mendua, tapi gue berusaha dengan Bintang gue mau setia. Tapi, gue gak bisa mengabaikan Miracle yang sudah baik banget menemani gue dikala duka. Miracle selalu bikin gue ketawa ketika Bintang hilang gak ada kabar seharian, di telpon gak diangkat, dan di-sms gak di bales.

Akan ada pilihan yang sangat sulit untuk ditentukan ketika itu berhubungan dengan cinta. Dan gue harus memilih, mengikuti kata hati atau kehendak diri?

Setelah dua jam gue mencoba untuk memutar otak, siasat apa yang harus digunakan dalam membalas sms dari Bintang, akhirnya gue memutuskan untuk merespon kembali.

“Oh kamu. Nomor baru?”

“Iya, yang kemarin udah kadaluarsa”

Hellooooowwww, tiga hari yang lalu lo masih sms-an sama gue, trus sekarang lo bilang masa berlaku kartu lo abis??? Masuk akal gak? 

“Oh gitu. Yakin?”

“Yakinlah. Kamu lagi ngapain? Udah makan?”

“Udah. Kamu sendiri udah makan?”

Yah, gue luluh ketika perhatiannya yang syuper duper mulai mendominasi panggung. Rasa kesal dan marah itupun larut menjadi sebuah senyum manis yang terlukis di bibir.

Masalah Bintang punya pacarpun terlewatkan, yang ada hanya kasmaran bak pertama kali kenalan. Mungkin kalian beranggap betapa bodohnya gue berbaik hati lagi dengan dia yang padahal sudah jelas-jelas selingkuh. Percayalah, kala itu gue cinta banget sama dia, disakitipun aku rela, jarang bertemupun aku jabanin, yang penting hubungan kita baik-baik aja. Sekalipun putus, gue itu maunya harus ada kesepakatan dari kedua belah pihak, serta putusnya secara baik-baik, dalam artian tidak ada masalah, baik dendam maupun kesal.

Pada akhirnya, gue menjalankan hubungan gelap dengan Miracle. Sebenarnya bukan hubungan gelap juga sih, semacam Hubungan Tanpa Status gitu deh, aseeek HTS-an hahahaha. Agak ribet punya dua orang spesial, yang mengisi relung hati. Ketika sedang telepon-an sama Miracle, gue mesti balas sms Bintang pada saat itu juga. Miracle tau gue masih sama Bintang, tapi Bintang gak tau kalau gue ada main sama Miracle. Jadi tiap kali gue lagi sama Miracle lalu ada sms atau telpon dari Bintang, ya gue tetap mengutamakan Bintang. Mungkin bagi kalian ini menyakitkan, tapi mau gimana lagi, perasaan itu sulit ditutupi dan dibohongi.

Hampir dua bulan uatu hari ketika gue lagi sama Miracle di depan rumah, Miracle bilang “Mi, emang mau kayak gini terus? Lo gak mau putusin Bintang? Daripada lo diginiin terus, gue rela kok putusin cewek gue” .Ternyata HTS yang gue jalani ini membuat Miracle menuntut lebih pada satu pengakuan sebuah hubungan.

Apa yang harus gue pilih? Kata Hati untuk tetap bersama Bintang, atau Kehendak Diri yang menginginkan untuk bisa bersama Miracle? Dan ternyata, pilihan gue jatuh pada Kata Hati…………

Share

Leave a Reply