Kehidupan, Volunteer, Waktu

Volunteering Part 1

Perbedaan bukanlah sebuah jurang menuju kematian.

Yap, perbedaan bukan jadi penghalang dalam kebersamaan.

Kegiatan Volunteer ini diikuti oleh Mahasiswa dari Korea dan Indonesia. Tim Indonesia yang diwakilkan oleh 24 orang Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Tim Korea yang diwakilkan oleh 70 orang Mahasiswa dari Chonbuk National University.

Awalnya saya dan teman-teman volunteer terpilih sebagai pendampingan mahasiswa Korea yaitu melalui tes. Baik wawancara bahasa inggris dan bahasa Indonesia secara lisan.

Tepat tanggal 18 Desember 2013 kami mendapatkan pemberitahuan bahwa kami lulus tes itu. Rasa senang dan terkejut seketika meluap. Karena memang pada awalnya saya sendiriun tidak percaya dapat lulus, hehe.

Hari berikutnya, yaitu 19 Desember 2013, seluruh peserta volunteer dari 7 fakultas se-UMJ dipertemukan dalam brefing bersama para alumni volunteer terdahulu. Pada saat itu kami mendapat gambaran bagaimana sesungguhnya kegiatan dan kondisi di Pangalengan, dan mempersiapkan segala hal yang akan di tampilkan ketika hari festival Indonesia-Korea nanti diakhir kegiatan volunteer.
Tim inodnesia merencanakan akan menampilkan Fashion Show yang mewakili lima pulau besar yang ada di Indonesia, yaitu Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. ditambah dengan tarian Dinding ba dindin yang mewakili sebagian kecil keragamaan bahasa Indonesia, dan medley lagu-lagu daerah.

Selama tiga minggu berturut-turut kami, Tim Indonesia, melakukan pertemuan rutin demi kelancaran persiapan performing art. Hujan, badai, panas, banjirpun kami hadang demi kegiatan ini.

Dan tibalah dimana hari keberangkatan kita ke Pangalengan, dimana kita dilepas secara simbolis oleh Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan UMJ.

Ada sebagian mahasiswa yang ikut menjemput ke bandara, dan sebagian lagi langsung berangkat menuju Pangalengan.
Oh iya, Pangalengan terletak di Kabupaten Bandung. Dan alasan kenapa melakukan kegiatan volunteer disana adalah karena daerah tersebut rawan bencana alam, yaitu gempa.

Dan akhirnya para peserta Tim Indonesia tiba terlebih dahulu dan disusul oleh Tim Korea 6jam kemudian di Pangalengan. Kami langsung melakukan opening ceremony yang bertempat di Balai Desa Sukamanah, Pangalengan.
Disana kami berbaur dengaan mahasiswa Korea, berkenalan, bertukar nama, umur dan jurusan. Meski pada awalnya merasa canggung dan terasa masih agak kaku, taapi kami mencoba untuk membuka diri dan ramah kepada siapun itu, termasuk mahasiswa dari Korea.

Keterbatasan bahasa bukanlah penghalang dari segala aktifitas kami.
Meskipun pelafalan bahasa inggris dari mereka agak susah kita cerna, kita tetap berbicara layaknya teman.

Memang ya, bahasa inggris itu bahasa yang universal, kkkkkkk

Oke teman-teman.
Aku rasa cukup untuk hari ini yaa ceritanya, walau sedikit tapi bisa memberikan kepuasan informasi buat temen-temen.
Question ? Mention or comment yaw.
See you tomorrow.
I have a lot of story to share with you temen-temen.

Share

Leave a Reply