Cerita Kita, K-Drama, K-Zone, Review, Travelling, Writing

Mengajukan Visa Korea Selatan

One Step Closer!

Ketika nilai tabungan sudah berada di angka 10jt, saatnya mengajukan visa Korea Selatan! Sebenernya  ngeri nggak approved karena saya hanya pekerja di kantor agency haha, but, lets take the action!

Sebelumnya, memang saya ada visa Schengen saat ada worktrip di Belgia pada tahun 2017, kata temen-temen sih pasti keterima kok visa Koreanya. Baiklah, saya mulai mempersiapkan mental saya hingga pada seminggu sebelum pengajuan visa, keluarga saya ditimpah musibah.

Saya awalnya memang urung untuk mengajukan visa karena masalah yang dialami sangat berat hingga tidak tega meninggalkan tanah air, tapi berkat dorongan teman dan keluarga, saya tetap mengajukan visa, tepatnya 1 bulan sebelum keberangkatan.

Apa aja sih syarat yang dibutuhkan? Semuanya sudah tertera dengan sangat jelas di website ini.  ya.

1. Formulir visa

Kamu bisa download disini,.

Untuk melengkapi formulir pengajuan visa, kamu membutuhkan foto ukuran 35mm X 45mm dengan background putih.

Isi dengan benar ya, nanti akan diminta data kontak ketika keadaan darurat, kamu bisa mengisinya dengan nama Ibu, Bapak, atau Kakak. Nanti akan diminta riwayat pendidikan terakhir, identitas kantor dan kejelasan kunjungan berapa hari, keperluannya apa, dan kapan perkiraan masuk korea dan pulang kembali ke Indonesia.

Nah, pada halaman 4, ada form yang harus diisi perihal tempat tinggal selama di Korea, jadi isi saja dengan alamat dan nomor telpon Hotel atau Hostel.

Pada halaman 4 dari 5 lembar formulir visa, ada pertanyaan tuh perkiraan pengeluaran selama di Korea. Saya mengisi stay of period itu 5 hari, dan estimasi biaya yang dikeluarkan adalah 7.5jt. Perhitungannya adalah 1.5jt dikalikan dengan total hari. Dan memang saat itu saldo berada diangka 7jtaan wkwkw.

Jadi, tips dari saya adalah, menyesuaikan penulisan period of stay dan jumlah dana di rekening koran yang diajukan.

2. Paspor Asli dan Fotocopy Paspor

Ini memang wajib dibawa ya, karena nanti visa yang approved akan ditempel di salah satu halaman paspor. Yang di fotocopy itu adalah bagian identitas, dan bagian belakang yang ada tanda tangan. Karena saya ada visa Schengen, jadi saya melampirkan juga fotocopy visa-nya. Selain negara yang terdaftar di list OECD, nggak perlu dilampirin ya.

3. Surat Keterangan kerja

Ini surat penting sebagai bukti kuat bahwa kita nggak bakal jadi imigran gelap disana, guys. Sesuai dengan syarat terbaru, begini keharusan sebuah surat keterangan kerja atau sekolah “harus asli berkop surat dilengkapi dengan tanda tangan penanggung jawab asli, logo dan stempel sekolah/perusahaan, serta tertulis tanggal masuk sekolah, masa bekerja, jabatan, dan nomor tim HRD yang bisa dihubungi”

Tentu, surat keterangan kerja saya dibuat dalam bahasa inggris, ehe.

4. Kartu Keluarga

Ini penting juga ya, apakah saya terdaftar didalam sebuah keluarga atau saya diasingkan wkwk. Fotocopy-nya aja gaes, asli dibawa gapapa sih.

5. Surat bukti transparansi keuangan

Dokumen yang ini jadi kunci sih menurut saya, bagaimana kamu bisa membiayai diri sendiri dengan simpanan uang yang dimiliki. Ada beberapa dokumen yang bisa dilampirkan, seperti Rekening koran 3 bulan terakhir asli, Slip gaji, Daftar transaksi penggunaan Kartu Kredit 3 bulan terakhir, Fotocopy Bukti kepemilikan kendaraan atau rumah, Dokumen bukti pembayaran pajak terbaru selama 1 tahun (SPT, dll).

– Rekening Koran:

Saya memang menjaga cashflow sangat teratur dari bulan Desember hingga Maret 2019. Btw, saya pakai rekening gaji biar jelas keterangannya itu uang dari mana hah

– Bukti potong pajak, atau SPT

Saya baru mengurus NPWP itu pada bulan juli 2018, karena memang niat untuk ke Korea. Ehey. So, saya lebih milih menyerahkan bukti potong SPT.

Ketika semua persyaratan lengkap, waktunya diserahkan kepada petugas visa Korea Selatan. Ehe.

Ketika tulisan ini dipublish, pembuatan visa Korea Selatan tidak lagi di Kedutaan, tapi di Lotte Shopping Avenue.

Saat saya mengurus dikedutaan, saya membeli stamp terlebih dahulu di Hana Bank senilai 40USD atau sekitar 597rb saat itu. Setelah dapat stamp, lalu di tempel didekat foto pada formulir visa. setelah itu, ambil nomor antrian dan jika sudah dipanggil, maka kita hanya perlu menyerahkan dokumen yang sudah disiapkan. Petugas loket akan memberikan secarik kertas bukti tanda terima dan keterangan kapan paspor dan visa diambil dan website untuk melakukan pengecekkan.

Untuk proses pembuatan visa di Lotte Shopping Avenue, alurnya seperti ini, guys. Saya mengutip dari teman-teman di Backpacker Internasional ya. “Ambil antrian, penyerahan dokumen atau berkas, lalu beli stamp di Hana Bank, dan kembali lagi ke loket awal berkas diterima”

Dengan adanya perpindahan pengajuan visa ke Lotte Shopping Avenue, ada juga nih beberapa perbedaan, misalnya ada biaya admin senilai 192rb (CMIIW), loket lebih banyak, serta alur lebih cepat.

Oh ya, pengerjaan visa itu biasanya 6 hari setelah pengajuan form visa, nanti kita cek di website kedutaan, tapi karena sekarang sudah pindah ke lokasi Lotte Shopping Avenue, yaitu via pihak ketiga dengan nama KVAC (Korean Visa Aplication Center),, bisa buka website ini untuk info lebih lanjut ya.

So, kapan kamu mau berkunjung ke Korea Selatan Guys?

Share

2 Comments

  • Reply

    Endang Setiawati

    6 May, 2019

    Kapan-kapan, Mia ke Koreanya huhu. Masih menjaga cash flow nih. Tentang visa approved itu emang bikin dag-dig-dug dan jelas itu yg bikin aku ciut klo mau ke Korea

    • Reply

      Mia Fajarani

      11 September, 2019

      haha yes, apply visa memang jadi yang paling degdegan.
      Makanya, menurut beberapa teman-teman backpacker, untuk apply visa tanpa melampirkan tiket pesawat, lebih baik apply visa aja dulu. nanti baru issued tiket.
      Ayo ka Endang semangat mengumpulkan pundi-pundi uangnya yaaa

Leave a Reply