K-Zone, Perpisahan, Writing

Day 1 : Awal Berkenalan

Mantan, mungkin kalian sudah bosan dengan mantan, atau ada yang sedang merindukan sang mantan, atau kalian ….ah cerita tentang mantan itu gak ada habisnya, bener deh.

Tapi pada kesempatan kali ini dan empatbelas kesempatan lagi, gue mau menghabiskan dan berbagi cerita gak penting tapi penting tentang MANTAN kepada kalian semua.

Jangan diambil jeleknya, tapi ambil sisi positifnya, ya!

Pertemuan adalah sebuah awal dari cerita kehidupan.

Meskipun terkadang pertemuan itu tidak melulu manis diawal, tapi bagi gue, dengannya adalah hal termanis yang pernah terjadi

Bertatapan mata, berjabat tangan, berbincang santai hingga kencan murah dirumah.

 

Saat itu masih jaman chatting via sms, belum terlalu ngetren untuk Whatsapp-an. *berasa jaman dahulu kala*

Tiba-tiba ada panggilan tak terjawab, karena nomor gue adalah nomor penting, yang semua orang tau, maka gue tanya dong, siapakah pemilik nomor tersebut.

“Maaf, ini sypa? Ada apa?”

“Kamu siapa?”

“Loh, kalau anda tau nomor saya, berarti anda tau siapa saya”

Iya, gue galak. Tanpa kalian bertanya.

Karena jujur, jaman dulu sebelum iphone memiliki generasi keenamnya, banyak banget modus minta kenalan dengan alih-alih salah nomor atau dapet nomor dari temen. *tunjuk tangan siapa yang pernah macem gini haha*

Logikanya gini deh, lo minta nomor cewek ke temen lo, otomatis tau dong siapa namanya. Sekalipun lo ngambil nomornya secara diam-diam.

Percakapan hari itu berakhir begitu saja tanpa tahu identitas sang pe-miscall. Penting gak penting, sebenernya gue masih penasaran siapa dia. XD

Facebook, sebuah sosial media dari jaman ke jaman, kepopulerannya masih kuat hingga saat ini.

Facebook menyimpan sejuta cerita tentang masa lalu, yang hingga saat ini enggan untuk di urun kembali.

Facebook, pertemanan saat itu asal add aja, tanpa kenal jelas siapa dia. Termasuk gue, yang asal add padahal gak jelas siapa dia, yang penting mutual friends-nya itu adalah  temen gue. Haha.

Awal-awal menggunakan facebook, beuh udah kayak tempat curhat, album foto, komen kanan kiri, like ini itu, fanwar sana sini maklum kpopers baris tua. Tapi tiba-tiba…

*Pesan masuk*

“Hai”

“Hai juga”

“Lagi ngapain nih”

“Lagi chatting sama situ”

“Oh iyaya. Minta nomor hapenya dong. Waktu udah mau abis nih di warnet. Kita sms-an aja ya”

“Oh, oke. Nih 08888***”

See? Segampang itu gue ngasih nomor keorang lain yang masih satu angkatan, satu yayasan tapi beda sekolah. Wkwkwk

Seminggu lamanya berkomunikasi, kitapun memutuskan untuk saling bertatap muka, tidak cuma liat foto di Facebook yang bisa aja di vermak levis. XD

Janjian mau anterin pulang, tapi gue disuruh nunggu dibelakang parkiran sekolah. Dan parkirannya itu masih kayak hutan, pepohonan lebat dan semak belukar yang sangat tinggi *oke ini lebhaay*

Nunggu sekitar 30menit, mana sih gak dateng-dateng, gue sms doi.

“Ish dimana sih”

“Tunggu, masih rame. Jalan aja kedepan pos”

YAELAH penyakiiitttt. Gue udah nunggu dibelakang parkiran, eh sekarang malah disuruh ke pos.

Sebelumnya udah janjian, doi yang pake motor matic warna merah, velg nya racing, knalpotnya model 21. Dari kejauhan udah keliatan tuh jenis-jenisnya, dengan percaya diri penuh rasa gugup, gue samperin.

Dagdigdug.

Gue dikasih senyuman paling manis beserta gigi gingsulnya sebagai pelengkap. Alamaaak gue klepek-klepek pada pandangan pertama. Akakakakakak

Dengan diam seribu bahasa ditambah ritme jantung yang berdegup makin kencang, sambil tersipu malu naiklah gue kepangkuannya, eh maksudnya ke motor untuk segera diantar pulang.  Sepanjang jalan gue istigfar, pegangan kenceng banget, dan gak lupa untuk tutup mata. Doi bawa motornya udah kek kesetanan,  dikebut ampe gue mau melayang macem superman, gils!

Dan akhirnya tiba dirumah gue, dengan rambut yang berantakan gak karuan.

“Mampir dulu gak?”

“Gak deh. Aku pulang dulu, ya. Nanti aja mainnya. Kamu masuk aja sana. Pamit ya”

YAELAH UDAH AKU-KAMU-AN AJAAAAA.

padahal sebelumnya, chatting via sms itu bahasanya gue-elo!

Masuk kedalam kamar gue jejingkrakan gak jelas, ketawa selepas-lepasnya, dan senyum lebar yang tak kunjung selesai selama satu jam lamanya.

Karena bagi gue, ini pertama kalinya jatuh hati hanya dengan tatapan serta keramahan dalam suaranya.

Coba deh, cewek mana yang gak klepek-klepek disenyumin sama cowok ganteng?

Cewek mana yang gak klepek-klepek disenyumin semanis buah mangga?

Setelah gue bangkit dari rasa berbunga-bunga, gue sms doi.

“Udah sampe belum?”

“Udah nih. Baru aja sampe. Kamu udah makan? Makan dulu gih”

Sesungguhnya, pertemuan pertama adalah awal dari sebuah rasa yang kemungkinan dapat berkembang atau bisa saja berhenti cukup disitu saja.

Sesungguhnya pandangan pertama adalah awal kita berjumpa.

Share

4 Comments

  • Reply

    N Firmansyah

    3 March, 2016

    Ente sehat? Percaya diri tapi penuh rasa gugup? -___-

    • Reply

      Mia Fajarani

      3 March, 2016

      Duh, mau percaya diri setingkat dewa, tetep aja, gugup itu selalu ada. hahaha

  • Reply

    udafanz

    3 March, 2016

    Hahahaha. Mantan yang mana Mi? 😆

Leave a Reply