Kehidupan, Persahabatan

Day 4 : Antara Cinta dan Sahabat

Cinta dan sahabat adalah dua hal yang kadang sulit untuk dipersatukan.

Cinta yang selalu ingin diprioritaskan, sedangkan sahabat yang selalu tertindas jika Cinta sudah berkata.

Tak selamanya sahabat mengalah oleh Cinta, karena sahabat memiliki andil besar dalam perjalanan hidup manusia.

Tidak melulu sahabat memiliki makna, karena Cinta punya hati yang hangat.

Pada postingan  , Day 3 : Posesif versus penurut  dalam edisi #30HariMikirinMantan diceritakan bahwa Bintang itu ngutak-atik Facebook gue mulai dari blokir hingga memutus pertemanan, ngelarang gue deket sama cowo padahal hanya sekedar berkomunikasi melalui pesan dinding atau pesan obrolan.

Lalu, bagaimana gue mau berinteraksi sama teman-teman kalau setiap aktifitas yang gue lakuin dipantau dan jika salah sedikit, gue yang kena bentak?

Gue berupaya untuk tetap berkomunikasi dengan teman-teman melalui pesan obrolan dan sms.

Pesan obrolan kalau gak diapus, bakal masih ada kan? Nah, gue bersiasat tiap selesai chatting, gue langsung hapus dari daftar obrolan, begitupun yang melalui sms. Kedua hal tersebut selalu di cek sama Bintang. Tiap ketemu, wajib itu hape diperiksain sama doi. Lah gue? Gue deg-degan bakal di omelin apa kagak.

Ketika gue lagi sama Bintang, hape gue silent. Atau kadang gue matiin. MATI-IN HANDPHONE GAES.

Tapi, ketika gue lagi bareng teman-teman, itu hape gak pernah lepas dari genggaman padahal doi sendiri malah main games. Kalau balas sms maupun angkat teleponnya lama, gue kena omelan. Dan ketika Bintang yang lama bales smsnya, gantian gue omelin, eh tapi ujungnya tetap gue kena omelan.

Bintang:

Sms 1 : “Kamu lama banget balesnya”

Sms 2 : “Kamu lagi ngapain sih?”

Sms 3 : “Kamu lagi sms-sms-an sama siapa sih?”

Sms 4 : “KENAPA LAMA BANGET BALESNYA”

Lalu gue jawab : “Maaf, lagi bantuin mamah masak tadi jadinya lama deh”

Bintang : “Ah bohong kamu. Bilang aja lagi asik sms-an sama cowo lain”

Yah, percecokan kita selalu saja seperti itu, negatif thinking adalah hal terburuk dalam suatu hubungan.

Rasanya terlalu aneh untuk selalu fokus pada handphone ketika lagi ngumpul bareng sahabat. Dan kasihan juga, ttemannya dianggurin. Padahal arti sahabat adalah orang yang mendukung segala aktifitas temannya, selalu berada disana kala suka maupun duka, dan tentu saja sahabat adalah tempat pelampiasan rasa marah, kesal, senang bahagia temannya.

Kalian beranggapan bahwa tindakan gue untuk tetap menjaga komunikasi adalah sebuah tindakan “main belakang” ? Iya, itu benar. Tapi gue lebih suka nyebut-nya “ngumpet-ngumpet”. YA SAMA AJA INTINYA.

Asik gak ngejalanin hubungan kayak gitu? Enggak! Hahaha

Dari situ udah gak betah, tapi ada aja hal manis yang dilakuin Bintang ke gue yang bikin rasa “gak enak” ngejalanin hubungan ini malah runtuh.

Ah, menjalin satu hubungan itu emang manis-pahit-pahit. Manisnya banyak, pahitnya bisa dua kali lipat.

Kadang aku gak kuat…….

 

Share

6 Comments

  • Reply

    N Firmansyah

    19 March, 2016

    Masih sering negatif thinking sama pasangan itu tanda kalau kita sebenarnya belum dewasa, iya gak sih?

    • Reply

      Mia Fajarani

      20 March, 2016

      Bisa dibilang gitu. Kalau negatif thinking berarti pasangan itu gak sepenuhnya percaya dalam ngejalanin hubungan.hmmm

  • Reply

    fandy

    27 March, 2016

    Perihal sahabat dan cinta, terkadang semua kembali pada pilihan. Pilihan sulit yang mana harus dipilih, sahabat, atau cinta? Tapi terkadang biasanya, lebih baik membunuh cinta daripada kehilangan seorang sahabat, cinta mungkin bisa dicari di tempat yang lain, namun sahabat belum tentu ada di tempat lain :’)

    • Reply

      Mia Fajarani

      30 March, 2016

      itu pilihan yang sulit. antara cinta dan sahabat. tapi kalau boleh sih, keduanya diperjuangin aja. hehe

  • Reply

    cumilebay.com

    28 March, 2016

    Kalo negatif thingking mulai merasuk, yg ada bakal berantem mmulu

    • Reply

      Mia Fajarani

      30 March, 2016

      bukan berantem lagi, tapi main sumpah serapah haha

Leave a Reply