Cerita Kita, Kehidupan, Review, Travelling, Writing

Reuni dan Nyoblos di Korea Selatan

Mimpi dapat terwujud dengan berbagai macam cara yang ditempuh, bagai sebuah pepatah “banyak jalan menuju roma”.
Yes, pada akhirnya segala janji jumpa di Korea terlaksanakan juga pada tahun 2019.

There is nothing on this earth more to be prized than true friendship. –  Thomas Aquinas

Dari total 5 hari bersama Ka Lona dan Didi, saya meluangkan 1 hari untuk nyoblos dan bertemu dengan Yunji dan Minji Oenni. IHIY. Akhirnyaaaaa, setelah terakhir ketemu di kegiatan volunteer kampus tahun 2014, ketemu lagi di tahun 2019.

Saat kegiatan Volunteer memang banyak peserta dari korea, namun saya masih keep in touch sama beberapa orang saja yang masih chatting di katalk, selebihnya hanya seliweran di timeline Instagram atau Facebook. Nah, karena beli tiket dari setahun yang lalu, tepatnya 2018, maka saat itu pula saya kasih tau ke beberapa orang kalau saya akan datang ke Korea Selatan pada bulan April 2019! Yeayyyy reuni di Korea.

Saya memang lebih dekat dengan Yunji Oenni, karena saat masih kuliah ternyata jurusan kami sama, wkwk yaitu Administrasi Publik. Nah, kalau di Korea Selatan tuh jurusannya AP ya kudu masuk ke pemerintahan. Gitu.

Awalnya tuh, karena kampus mereka berada di Jeonju, jadinya aku udah nyusun itinerary dan nyari tiket ktx untuk kesana, eh ternyata kebanyakan dari mereka pada balik kampung, dan…aku nggak tau dimana kampung Yunji.

Otomatis kubatalkan keinginan untuk mencoba naik KTX ke Jeonju yang tiketnya kalau dirupiahin itu adalah….satu juta enam ratusan untuk pulang pergi ehe. Alhamdulillah, saving buat hura-hura.

Setelah berkabar, katanya “Oke Mia, nanti kabarin kapan kita akan ketemu” dan singkat cerita, Yunji yang akan nyamperin ke Seoul karena saya sekalian nyoblos di KBRI Seoul yang letaknya dekat taman Yeouido. Oh ya, saat itu, Yunji Oenni bilang kalau salah satu peserta volunteer kala itu tinggal di Seoul, namanya Minzy a.ka Bella, dan saya coba menghubungi dese, dan…yipiiiiiii dia juga bisa. Jadi, saya bertemu dengan 2 orang teman, yaitu Yunji dan Minzy Oenni di Seoul.

Nah, Yunji baru sampai Seoul sekitar jam 11, dan memakan sekitar beberapa menit untuk ketemuan di stasiun Jongro Exit 3, maka pagi hari saya berpisah dari Ka Lona dan Ka Didi untuk berangkat duluan ke KBRI Seoul dalam keadaan habis hujan. Ehe, saya keluar hostel masih agak rintik, nah saya pikir ah ujannya ntar juga kelar. Eh, taunya pas saya keluar stasiun menuju ke KBRI Seoul, ujan gede. ALHASIL KUDU BELI PAYUNG SEHARGA SERATUS RIBU RUPIAH hahahaha agak menyesal gitu nggak bawa payung dari hostel.

Drama pun dimulai dari sini, huuuuu

Saya baca maps, ternyata harus naik bus lagi gitu kan. Di Korea itu berbeda dari Indonesia, kemudi disebelah kiri, maka arah perginya adalah sebelah kanan, dan saya tidak bisa membaca arah. Saya bingung harus ambil arah bus yang mana, apakah harus menyebrang atau naik pada stasiun tempat saya berhenti. Tanya bertanya, akhirnya dikasih tau kalau naik bus disebelah sana, saya udah coba baca peta, tapi masih belum paham harus ke KBRI naik bus yang berhenti disebelah mana hahahaha. Skip tentang kebodohanku membaca arah untuk naik bus yak.

Ketika bus akhirnya tiba,  didalam bus ada juga WNI yang mau nyoblos, mantab jadi tau arah tanpa lihat peta.

Untuk tau situasi dan bagaimana proses nyoblos di Korea, kamu bisa baca DISINI

Saat menunggu kepastian nyoblos, Oenni-deul membuat chat grup haha intinya dia nanya “Mia, kamu makan babi? Mia kamu nggak boleh makan pedas ya?” trus mereka bingung gitu, karena memang jujur, pemulihan dari sakit liver itu nggak ngebolehin makan yang pedes selain saya juga emang nggak suka makanan pedes, ehe.

And finallyyyyy, aku janjian ketemu Yunji Oenni yang jauh-jauh dari Yeosu ke Seoul di Yeouido Station Exit 5.

Kalian tau nggak gimana awkward-nya ketika ketemu temen lama yang cuma by chat, nggak pernah telpon apalagi video call?! Hahaha yaaaa aku juga kaku saat itu. Kayak, eh bentar ini ketemu Yunji mau ngobrolin apa ya haha.

Setelah berpelukan dan saling bertanya kabar, kita naik subway lagi buat nyamperin Minji Oenni di Stasiun Jongno. Nah, disini ada kejadian lucu, Yunji Oenni salah ngarahin buat naik subway, harusnya nggak perlu transit, eh dia malah turun sampe udah tap T-Money. Sampe dia minta maaf, trus dia yang Tap T-money buat aku, padahal cuma 2500W.

Janjian sama Minji Oenni di Jongno Station Exit 3, yang mana aku baru tau kalau itu deket banget sama pasar Namdaemun hahaha.

Masuk ke Pasar Namdaemun jam 1 siang itu menggugah selera, banyak makanan gaes. Nah, karena pasar Namdaemun ini emang luas, sisi pasar yang aku kunjungin tuh yang banyak jual bahan makanan, macam sayur, ikan asin, seafood dan lain-lain. Muterin pasar ini kayak study tour, dikasih tau ini lagi bikin kimchi, ini lagi bikin itu.

Dan, kami makan siang besar di salah satu restoran di daerah Insadong. Insadong ini macam represent dari kebudayaan Korea jaman dulu dan sekarang. Karena sebagian bangunan ada yang masih menggunakan model tradisional, dan ada juga yang sudah modern banget. Disini juga kamu bisa beli oleh-oleh khas Korea, sepanjang jalan banyak banget toko yang bikin laper mata dan perut

Di restoran ini, kami makan daging sapi dong gaes, haha tau kan gimana harga daging sapi di Korea yang mahalnya minta maap. Thanks to Oenni-deul yang membuat ku makan dengan layak selain onigiri, kimbab atau roti.

Ada kejadian lucu disini, Minji Oenni cerita dia suka banget minum, trus pesen arak beras kan. Aku disuruh minum gaes, padahal sebelumnya udah bilang baru sembuh dari sakit wkwkwk. Akhirnya, aku minum sekali teguk sebagai rasa hormat tapi sambil berdoa “jangan sakit, jangan sakit”. Selesai makan, oleng kapten. Asli disitu kayak “ini gue yang ga bisa mentolerir apa emang kandungan alkoholnya gede padahal cuma satu teguk” Tapi Oenni-deul nggak tau, aku wis pasang tampang cool yakan.

Lanjut kita jalan ke Ikseondong! Oenni-deul sempet nanya ada tempat yang mau dikunjungi nggak, aku jawab ya kemana aja terserah yang penting bersama kalian, ceilah.

Ikseondong ini tempatnya kece lho. Banyak toko-toko dan cafe yang masih menggunakan bangunan rumah tradisional Korea, Hanok. Ada juga butik, toko bunga, wah ini sih cocok banget kamu kunjungi karena setiap sudut-nya itu instagramable abiss!

Ikseondong

Ngopi-ngopi di Seoul Coffee yang lagi ramai pengunjung saat itu. Eh Oenni-deul ngopi, aku ngeteh loh, ehe. Disini juga spot foto dengan icon gambar bulan. Katanya kalau bulan purnama muncul nanti icon bulan ini akan ikut terang karena pantulannya.

Oenni-deul baik banget agar saya jadi warga negara yang berakti dengan memilih presiden dan wakil presidennya kala itu. Jadi, setelah dari Ikseondong, lanjut ke KBRI Seoul dong biar saya nyoblos.

Mereka kayak amaze gitu melihat penampakan WNI yang berbaris biar bisa nyoblos, ah pokoknya kamu liat deh di highlight instastories aku aja ya haha.

Kelar nyoblos, lanjut jalan ke Yeouido-park menikmati cherry blossom uwuuu. Sebenarnya saat saya kesana tuh udah kelar puncak cherry blossom-nya, tapi ya lumayanlah masih dapat pemandangan manis itu ehe.

Nah, di Yeouido Park ini banyak yang lagi pada piknik didalam tenda. Lucu deh, ada yang tenda-nya terbang, karena saat itu angin kenceng dan cuaca lumayan dingin, sampai Oenni aku ngasih hot patch  kkkk

yeouido

Kalau kamu lapar, ada juga tuh barbekyu-an, ayam atau babi tinggal pilih. Enak anget-anget makan gituan gaes. Jangan lupa kalau udah main ke Yeouido Park, foto di I Seoul U ya.

iseoulu

Sebelum berpisah, aku kasih kenang-kenangan gitu, eh mereka ngasih balik, yaitu makanan, my luv.

Ketika tulisan ini publish, Minji Oenni udah planning nikah bulan Juni lhooo. Ucapin selamat buat dia dikomen ya!

See you on next chapter!

Much love,

MF

Share

Leave a Reply