Cerita Kita, K-Drama, K-Zone, Tulisan, Uncategorized

(PojokWB Idol) Bangkit dari Keterpurukan

Setiap manusia pasti pernah merasakan atau terjebak dalam lingkaran ke-putus-asa-an .

Ada yang putus asa karena cinta, karena keluarga, karena sekolah, karena skripsi dan masih  banyaaaakkkk alasan dibalik “putus asa” itu.

Tapi, cara membangkitkan semangat untuk menjauh dari lingkaran itu pasti berbeda-beda.

Putus asa karena keluarga adalah ketika abang menikah.

Hidup gue selalu berdua sama abang. Neng-Abang. Sebuah panggilan tersayang dan terkasih bagi gue. Ketika mamah-papah gak kasih perhatian, gue selalu mencari perhatian ke abang terus menerus seperti itu dan bermanja ria.

Namun,  aktifitas gue terhenti ketika abang gue nikah, disitu hidup gue seperti terjun bebas dari langit ke tujuh langsung turun ke bumi.

Saat itu, gue masih SMP, adek masih berumur dua tahun, dan abang menikah.

Gue berfikir, kemana gue akan mencari perhatian jika abang sudah menikah dan otomatis segala perhatian nya akan terpusat pada keluarga baru nya?

Gue berfikir, sama siapa gue minta tolong kalau adek gue juga butuh pertolongan?

Rasa nya mau mati, rasa nya mau menyudahi hidup aja ketika gue harus mengemban tugas menjadi “anak pertama” yang harus mengayomi adik nya, mengayomi keluarga nya,  menjadi panutan keluarga nya dan segala hal “anak pertama”.

Abang nikah ketika adek gue berusia dua tahun, keputus asa-an yang sudah gue ceritain di tantangan sebelum nya bertambah dua kali lipat.

Butuh empat tahun buat gue nerima pernikahan mereka, dan butuh dua tahun gue bener-bener sayang sama adek gue

Apa yang membuat gue bangkit dari keputus asaan itu ?

1. My Young Sister is My Everything

Gue lepas dari keputus asaan tentang pernikahan abang tentu nya karena adek gue. Gue ga mau dia ngerasain hal yang sama seperti gue. Gue yang kurang perhatian dari keluarga.

Gue beranggapan untuk memperbaiki masa depan dengan belajar dari masa lalu. Ketika gue pernah ngerasain kurang perhatian dan kasih sayang, maka gue berkomitmen untuk mencurahkan segala perhatian dan kasih sayang buat nya.

Karena kurang nya kasih sayang itu, sumpah gak enak banget. Di usia anak SD itu, kalian bakal gampang iri sama orang lain. Iri bukan sebuah materiil, tapi iri terhadap perilaku dan perhatian orang tua kepada sang anak.

Gue gak pernah di jemput dengan keluarga ketika masih sekolah, sekarang adek selalu diusahain untuk gue jemput, gue anterin kemanapun dia mau pergi.

gak keliatan kan beda nya 12 tahun ? XD
gak keliatan kan beda nya 12 tahun ? XD

memperbaiki masa depan, lebih baik daripada menangisi masa lalu.

Maka dari itu, gue berusaha selalu ada buat dia. Dan ketika gue lagi gak semangat kuliah, gue akan inget adek gue yang akan butuh gue ketika dia besar, yang mana biaya hidup nya mungkin adalah menjadi tanggungan gue nanti.

2. My Lovely Mamah-Papah is My World

Pasca pernikahan abang, gue sempet gak mau kuliah, gue cuma mau kerja biar gak melulu dirumah dan merasa kesepian.

Tapi mamah-papah menginginkan gue untuk selalu memiliki pendidikan yang lebih tinggi dari mereka. Jika papah lulusan S2, maka otomatis gue harus ada di gelar Doktor. *mimpi dulu lah kita*

Sekarang ini gue kuliah demi membanggakan mereka, demi mewujudkan impian mereka punya anak dengan pendidikan yang melebihi mereka.

DSCN0088
parents

Sejahat apapun mereka, se-pelit apapun mereka terhadap kasih sayang (efek kerjaan), tetap saja mereka adalah orang tua gue.

3. Super Junior and Other Korean Things

Sambil mengalihkan rasa sedih di tinggal nikah abang, gue menemukan kembali hal-hal yang mampu menyembuhkan “luka” di hati.

Being a Fan girl. Yup, gue terlalu jatuh cinta sama Oppa-oppa SuJu. Karena dengan mandangin wajah mereka, dengerin lagu, dan nonton perfomance mereka mampu mengobati luka yang berbekas namun tak lagi sakit seperti dulu kala. Tapi gak cuma Oppadeul SuJu, Korean Movie dan drama nya juga menjadi obat untuk hati ini .

20150503_172043
sushow6

Dan semenjak semua kejadian yang telah terjadi, gue selalu mengingat semua ornamen penting kehidupan gue yang udah di sebutin.

Oh! Tentu saja, ada Allah yang selalu bersama gue yang selalu menghimbau agar hamba-Nya menjauh dari rasa putuh asa dan tetap gigih untuk menjadi pribadi yang mulia.

 

Berdamai lah dengan kenyataan dan bangkit dari keterpurukan sesegera mungkin.

Dan itulah penjabaran tentang aspek kehidupan seorang Mia Fajarani yang mampu membawa diri bangkit dari putus asa, untuk tantangan #PojokWBIdol

 

Share

4 Comments

  • Reply

    Ayu Citraningtias

    11 September, 2015

    Sayangilah adekmu ya nduukkk.. nantinya dia yg akan menolongmu suatu saat nanti..
    eh harusnya aku juga nulis KIm WoBin nih jadi penyemanga hidupku hahah

    • Reply

      Mia Fajarani

      16 September, 2015

      Iya, Kak Ayuu. *hug from depok to sampit* . Tulis ja kaaa, tulisss haha

  • Reply

    nurri

    12 September, 2015

    Wahh kak mia, ternyata Super Junior and Other Korean Things punya peran penting jugs yaaa. hahahahaa

    • Reply

      Mia Fajarani

      16 September, 2015

      iya dong. gak melulu aku korean freaks, tapi ada mnafaat nya.xixixixi

Leave a Reply