K-Drama, K-Zone, Travelling, Wisata, Writing

PEMILU di Korea Selatan

“Papa, neng mau ke Korea bulan April. Nyoblos disana yaa.”

Itu adalah kalimat pertanyaan dan permohonan ijin pertama kali ke Papah. hahahaha. Kalau nggak nyoblos ya nggak boleh kesana. Begindang.

Jadilah saya mencari tau keberbagai sumber untuk mekanisme bisa nyoblos di Korea Selatan. Terima kasih saya ucapkan kepada grup Backpacker International di facebook yang menyediakan berbagai banyak informasi mengenai keberangkatan luar negeri berbagai negara, kepentingan pengurusan visa dan tentunya tata cara pengurusan berkas untuk PEMILU di negara orang.

Setelah ijin datang siang ke kantor, pagi hari saya langsung jalan menuju KPU Kota Depok, domisili saya dari lahir hingga seperempat abad. Letaknya yang ngumpet bikin saya tengak-tengok dimana itu pamflet-nya ya.

Memasuki area KPU, saya langsung ditodong buat keperluan apa Mba? Saya jawab aja ke bapaq satpam “mau minta form A5 pak, untuk pemilu diluar negeri” dan saya langsung diarahkan ke salah satu resepsionis atau petugas, saya kasih tau maksud dan tujuannya adalah untuk selembar kertas Form A5.

Saya diminta fotokopi Kartu keluarga dan KTP. Setelah itu, saya ditanya-tanya gaes,

1. Tujuannya kemana ? Jawaban saya = Ke Korea Selatan

2. Keperluan Apa? Saya jawab = Kunjungan wisata

Setelah itu, Mba resepsionis-nya membawa secarik kertas form A5 yang sudah dibubuhi stempel basah, dia menjelaskan “karena tidak ada kunjungan wisata, maka saya pakai opsi ‘Menjalankan tugas pada saat pemungutan suara'”

kpu

Saya fikir, oh oke. No Problem. Setelah tiba dirumah, saya lihat lagi form A5 tersebut, ternyata saya hanya bisa memilih Presiden dan Wakil Presiden-nya saja. Hmmm hal ini berbeda dengan contoh form A5 yang ada di web sidalih.ppplnseoul.org.

Takutnya ada kekeliruan, maka saya menghubungi langsung petugas PPLN mengenai hal tersebut. Lalu saya diarahkan untuk bertanya kembali ke KPU Kota Depok, apa landasan hukum dan mengapa saya hanya bisa memilih Presiden dan wakilnya saja?

sidalih

Jawaban dari KPU Kota Depok alhamdulillah cepat yes, kata yang membalas chat WA saya begini “Maaf, untuk pemilihan DPR itu hanya warga yang berdomisili di Jaksel, sedangkan Depok beda Dapil dengan jaksel. Peraturannya memang seperti itu.” Setelah saya forward ke pihak PPLN Seoul, akhirnya form A5 saya disubmit dan terdaftar di web-nya sidalih. Aman? Belum ternyata kawan-kawan.

Setibanya hari PEMILU, yang mana saya sudah janjian dengan 2 orang teman Korea saya, saya tidak bisa nyoblos ehey.

Emosi dong? yaiyalah. Udah janji sama Oennideul jam 12 siang, hujan dan dingin menuju KBRI, eh taunya nggak bisa nyoblos haha.

Dan ternyata, setelah ditelaah, saya yang notabene-nya adalah turis, tidak berhak mendapat surat suara, maka yang diutamakan adalah mereka warga negara Indonesia yang berdomisili di Korea Selatan. Dan baru bisa nyoblos jam 5 sore, dan belum tentu dapat kertas suara. WTF. Saya sudah janjian sama teman bakal ngabisin waktu seharian lalu disuruh balik ke KBRI. Kasian itu temen saya jauh-jauh dari Yeosu ke Seoul TT.

Saya udah frustasi wey, saya cerita sama teman saya itu “Oenni, saya nggak bisa nyoblos, katanya suruh nyoblos jam 5 tapi belum tentu dapat surat suara, tau ah ribet banget. Ayo kita ketemu di stasiun Jongro exit 3 ya”

Pas saya kesel-keselnya sama keadaan saat itu, saya berjumpa dengan hansol yang sering dibicarakan oleh sheyeng CS. langsung saya minta video “mas hansol, ngomong sheyeng ya ‘hai sheyeng” kkkkkkkk mau video-nya?

Pada dasarnya Oennideul pada baik banget sama saya, perhatian banget gitu, selesai scrolling sekitar insadong, saya diajak ke Hangang park, karena saya nggak tau jalan kaki rutenya kemana, tau-tau ditengah jalan ketemu orang Indonesia, saya tanya “udah nyoblos tadi?” eh katanya belum, trus dia bilang kalau ini mau menuju ke KBRI. wew. Saya baru sadar kalau Oennideul mengajak saya ke KBRI Seoul hahahaha

Setibanya disana, wew, situasinya hampir saja chaos kalau emosi, antrian panjang mengular disore hari yang cerah setelah paginya hujan. Ada yang kesal karena dia memiliki form A5 dan baru datang ke KBRI jam 5 sore, dan harus mengantri seperti halnya WNI yang tidak memiliki form A5. huhu kasian ya mereka. Beda ceritanya dengan saya, karena pagi hari sudah terdaftar, maka saya langsung ke tempat nyoblos yang berada di dalam gedung KBRI, dan taraaaa akhirnya saya bisa juga nyoblos hehehehehe.

Selamat kepada Presiden dan Wakil Presiden terpilih, semoga Indonesia lebih maju, sejahtera, adil dan makmur. Saran dan masukan dari saya mengenai pelaksanaan PEMILU diluar negeri adalah perbaikan sistem informasi dan data, karena tentunya permasalahan yang saya temui, kedua adanya miskomunikasi antara informasi yang diberikan petugas dengan apa yang dipahami masyarakat. Kalau kamu penasaran gimana situasi dan kondisinya, cek yo highlight IGs akoh di @miamey117

Much Love,

MF

Share

Leave a Reply