Kehidupan, Perpisahan, Pilihan, Sajak, Waktu

Ucapan-mu mampu Membunuhku

Nyata-nya, apa yang keluar dari mulutmu adalah hanya memilki dua kemungkinan.

Menyakitkan atau menyenangkan.

Asah kembali apa yang hendak kau ucapka, fikirkan kembali sebelum bibirmu berujar suatu hal.

Karena akibat dari setiap ucapan yang tidak diproses secara matang akan fatal terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Jika kebiasaan seseorang adalah berucap tanpa berfikir, maka harus dapat memagang konsekuensi atas ucapannya dan bertanggung jawab atas dampak yang telah ditimbulkan.

Berkata memang mudah, semudah membalikkan telapak tangan, namun sangat susah ketika bertanggung jawab.

Akibat dari kata ” kamu jelek” aakan sangat beragam macamnya.

Ada yang seketika marah, ada pula yang menganggapnya hanya ejekan belaka.

berkata untuk menilai seseorang hendaknya harus menilai sifat dari orang tersebut. Apa ia orang yang pemarah, mudah tersinggung, tidak terlalu serius dan lainnya.

Karena jika tanpa melihat dari sisi kepribadian, maka apa yang kamu ucapkan akan membunuh karakter orang itu dan dirimu kamu sendiri.

Berhati-hatilah berbicara, karena dengan sepenggal kalimat yang keluar dari mulutmu akan menyakiti hingga membunuh orang lain.

Share

Leave a Reply