Finance, Kehidupan, Lifestyle, Techno, Writing

7 Istilah Dasar yang Mempengaruhi Investasi Saham Menurut Fortuneidn

Investasi saham merupakan salah satu investasi populer yang dapat menghasilkan banyak keuntungan. Jika tepat dalam memilih jenis saham. Bahkan yang dapat diinvestasikan, serta tepat dalam mengambil tindakan ketika trading dipasar saham. Untuk mendapatkan ketepatan dalam berinvestasi tersebut, bisa dengan memahami beberapa istilah-istilah saham. Khususnya bagi pemula agar dapat mengambil tindakan yang tepat. Berikut uraiannya :

  1. Trade

Aktivitas jual beli saham atau dikenal dengan istilah trading. Yang berarti situasi sibuk antara broker yang merupakan seorang perantara di bursa dengan pemilik saham. Aktivitasnya cukup sibuk dan situasinya cukup panas. Mengingat bila salah mengambil tindakan jual atau beli karena ada kenaikan 1 poin saja. Maka bisa mengalami kerugian atau bahkan mendapatkan keuntungan. Nilainya hingga ratusan juta bahkan miliaran rupiah. Fortune Indonesia: Media Bisnis dan Ekonomi memahami hal tersebut. Oleh karenanya selalu meng-update situasi ekonomi terkini sebagai referensi.

  1. Blue chip

Istilah blue chip umumnya dikenal sebagai istilah, yang digunakan untuk saham-saham BUMN. Istilah tersebut dibuat karena memang saham tersebut potensial untuk selalu mendapatkan keuntungan. Akan tetapi harga saham yang populer tersebut sudah cukup tinggi. Sehingga harus memiliki volume saham yang cukup banyak. Untuk bisa mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham tersebut.

  1. Stakeholder

Ini adalah istilah yang diberikan untuk para pemegang saham, yang memiliki aset di Bursa Efek Jakarta. Umumnya para pemegang saham memiliki keuntungan dari saham perusahaan yang dimilikinya. Berdasarkan keuntungan yang didapat dari perusahaan yang dipercaya. Akan memiliki nilai investasi yang akan terus melonjak setiap tahunnya. Umumnya para stakeholder memiliki jabatan di perusahaan yang diinvestasikannya. Misalnya sebagai komisaris atau CEO. Serta wajib mengetahui lebih dulu kebijakan yang akan diambil oleh perusahaan tersebut. Selain itu memiliki hak dalam memutuskan pula akan kebijakan perusahaan tersebut, entah baik atau tidaknya.

  1. Investor

Berbeda dengan stake holder. Untuk investor sendiri, memiliki saham dengan dibantu oleh broker yang dipercaya olehnya. Agar dapat memiliki saham di salah satu perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta.

  1. Broker

Istilah saham yang satu ini digunakan untuk para pialang atau perantara yang membantu investor. Dalam memiliki saham untuk dibeli atau dijualnya. Umumnya para broker memiliki sertifikasi yang diakui di pasar saham. Sebagai broker andal dan memiliki prestasi dalam melakukan trading saham.

  1. Financial freedom

Istilah financial freedom merupakan titik puncak kebebasan financial seseorang. Dengan tanpa harus bekerja, mereka sudah memiliki pendapatan yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya setiap bulan. Bahkan tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan bulanan saja, namun juga dapat memenuhi keinginan lain. Seperti liburan hingga berbagi dengan sesamanya. Sebagai contoh seseorang yang sudah mengalami hal tersebut adalah Warren Buffet. Ia seorang investor senior. Pekerjaannya setiap hari hanya duduk di taman minum kopi dan membaca buku saja.

  1. LoT

Ini adalah istilah jumlah saham yang akan dibeli atau dijual dalam pasar Bursa. 1 Lot sama dengan 500 lembar saham kepemilikan. Sehingga dengan harga saham yang tercantum di Bursa perbandingannya, adalah harga tersebut untuk satu lembar saham. Misalnya Saham Telkom yang dijual Rp 10,000 per lembar. Jadi tinggal dikalikan saja dengan 500 lembar, maka untuk bisa trading saham, minimal harus memiliki anggaran minimal 5 juta rupiah.

Beberapa istilah sederhana tersebut dapat membantu Anda, dalam memulai trading saham di bursa Efek Jakarta. Dibantu oleh pialang saham yang dipercaya. Informasi dan uraian di atas dapat diakses melalui portal Fortuneidn sebagai referensi untuk investasi Anda.

Share

Leave a Reply