Kehidupan, Perpisahan, Pilihan, Waktu

Ayah

Ayah segala tuntutan akan segera ku lalui.

Akan aku jalani meskipun kau tak dapat memperdulikan aku lagi.

Ayah, tetap lah menjagaku dalam setiap doamu untuk setiap gerak langkah dan keputusanku.

Ayah, jika aku tak dapat memberimu senyum kepuasan, maafkan aku yang tak pernah membuat sejarah kehidupan keluarga kita.

Langit dan bumi akan bersaksi seberapa besar perjuanganku untuk mewujudkan mimpi indah mu yang belum tercapai.

Dan mereka akan menjadi saksi bisu tentang kisah ku yang taak kau ketahui.

Ayah, kau selalu akan tetap disisiku, kan?

Meski aku tahu bahwa kau bukan mulikku, tapi aku selalu berhara kau akan tetap bersaamaku hingga aku mempunyai kehidupan yang baru.

Ayah. Jangan tinggalkan aku ketika dunia ini semakiin menyakiti diri yang entah sampai kapan aku dapat bertahan.

Ayah. Jangan biarkan aku tersesat kedalam jurang kefanaan dunia.

Aku tahu bahwa kau selalu membimbingku kejalan yang memang seharusnya ku tempuh.

Ayah, aku hanya terus berharap kau akan menyaksikan hari bahagiaku suatu saat nanti. Jangan kau lepaskan aku dari semua yang kaau miliki sekarang ini.

Ayah. Jangan lupakan aku yang selalu menyanjungmu yang selalu menyayangmu dan selalu berusaha untuk membanggakan dirimu.

Ayah, meskipun nanti aku akan berjalan berlalu dari jangkauan matamu, jangan pernah berfikiran aku meninggalkan dirimu seutuhnya.

Aku hanya pergi sekejap dan membrikan cinderamata kehidupan untukmu.

Ayah, walau kau tak mendenar keluh kesah yang ku rasakan, ku mohon dengarkan pintaku sekali ini saja.

Jaga Adikku, Kakakku dan Ibuku dalam dekapan hangatmu yang selalu menjadi penghangat ketika angkuhnya dunia menyergap kebersamaan kita.

Share

Leave a Reply