Skip to content

Mia & Her Story

Be Happy and Fight For Your Life

Menu
  • Volunteer
  • Travelling
  • Review
  • K-Zone
  • Kumpulan Sajak
  • Contact Me
Menu

Dari sini, kehidupanku berbeda

Posted on 29 October, 202129 October, 2021 by Mia Fajarani

Punya sebuah hobi harus segera disalurkan, bukan? Begitulah pemikiranku kala itu,  seorang anak SMP yang lagi tergila-gila dengan buku “AKU” Chairil Anwar, sebuah buku yang lumayan mahal kala itu (maklum saya tidak terlahir kaya bergelimang harta). Buku dengan penggalan puisi yang terus menerus saya baca dengan suara yang lantang, memberikan sebuah pergerakan dalam dada untuk ikut menulis sebuah puisi yang sedahsyat sang pujangga.

Dari buku tersebut, muncul referensi-referensi puisi karya sastrawan lainnya, seperti Taufik Ismail, yang bisa dibaca dan pinjam dengan bebas di perpustakaan sekolah. Puisi itu menimbulkan keinginan untuk turut merangkai kata demi kata menjadi satu untaian indah yang dapat dinikmati semua orang dengan berbagai macam latar belakang kisah.

AKU

Bermula dari menulis pada secarik kertas, buku hingga status friendster kala itu di warnet langganan kota pinggiran Jakarta. Beranjak belia, mengenal Notes Facebook, sebagai media menulis yang dapat dibaca oleh semua orang. Ah persetan dengan copy paste, mana paham aku kala itu. Yang ada dipikiran hanya menulis, publish, dan menulis. Selanjutnya mulai mengenal wordpress sebagai lahan menyalurkan rangkaian kata demi kata yang terlintas begitu saja tanpa melupakan makna dan rima.

Memasuki SMK mulai mengenal namanya pembuatan website menggunakan joomla, tapi mulai saat itu saya sudah branding bahwa saya mampu menjadi operator website. Beranjak dewasa semakin rajin menulis dan mulai masuk komunitas blogger, yaitu Warung Blogger yang banner-nya bisa kamu lihat pada bagian pojok kanan bawah. Yup, pada titik ini, saya menyebut diri saya adalah seorang BLOGGER.

Dengan gabung menjadi anggota komunitas Blogger, pengetahuan saya semakin luas tentang sebuah profesi, yaitu menulis. Menulis itu sebuah profesi yang membutuhkan banyak pertimbangan, apakah tulisan ini menyakiti hati orang, mudah dipahami, atau bahkan dapat jadi solusi pilihan orang yang membaca.

Melakukan review product secara sukarela, lalu meningkat menjadi berbayar. Menghadiri acara launching produk dengan rebutan mendaftar hingga akhirnya menjadi salah satu undangan.

https://www.instagram.com/p/BKlO3y1jCAL/

Hidup itu berproses, katanya. Dan memang benar, ini yang terjadi pada saya dan banyak teman-teman blogger yang sekarang sudah jadi sebelgram kece, yoih mamen. Dari blogger remahan yang baru merintis tanpa punya niche, lalu bertransformasi menjadi seorang blogger yang bisa meng-influence khalayak ramai di berbagai macam media sosial dengan keahlian dan kemampuan yang lebih spesifik.

Tanpa menulis, sepertinya saya hanya jadi seorang anak perempuan yang manut dengan keinginan orang tuanya.

Menjadi seorang Blogger mengantarkan saya pada sebuah pekerjaan di Digital Agency, menjadi seorang Copywriter berbekal pengetahuan saya menulis, eksekusi product review dan brief dari klien serta pengoperasian sebuah back office alias CMS.

Saya akan terus menulis, karena ini adalah hidup saya. Tanpa menulis, semua rasa di dada hanya bisa saya pendam hingga batin tersiksa. Coba bayangkan setiap emosi, baik itu marah maupun bahagia tidak dapat tersalurkan dengan baik, akan seperti apa jadinya hati ini? Bisa saja terus memendam, hingga batin terasa perih bak tergores kuku setajam silet.

Tanpa menulis, nama saya mungkin tidak mudah dicari dalam mesin pencarian google, coba saja kamu cari “mia fajarani” semua hal pasti muncul, alias sebegitu bagusnya branding saya hahahahahaha

Tanpa menulis, abang-abang Grab Car yang saya pesan tak mungkin mengenali nama saya dengan title “BLOGGER” yang tiba-tiba menyapa “selamat pagi mba, masih ngeblog?”

Saya terus menulis demi keberhasilan branding saya sebagai seorang BLOGGER yang memiliki page views banyak.

Dan akhir kata, saya terus menulis demi mendapatkan reward kecil-kecilan dalam bentuk Content Placement maupun product review bersama brand ternama. Kalau kamu membaca tulisan ini, saya membuka dengan lebar kesempatan untuk menulis, apapun itu, selain menulis cerpen atau novel. Silakan hubungi saya melalui email yang ada di blog ini.

Jadi, apa alasan kamu masih menulis hingga saat ini?

 

Selamat Hari Blogger Nasional.

2 thoughts on “Dari sini, kehidupanku berbeda”

  1. riza firli says:
    30 October, 2021 at 20:53

    pengalaman yang menarik
    berkat menulis dan ngeblog bisa bekerja di digital agency
    sampai di kenalin sama babang grab ..

    Reply
    1. Mia Fajarani says:
      30 October, 2021 at 22:15

      Betulll, semua punya masa dan kesempatan ya gak sihhh hehe.
      epic memang dikenalin sama babang grab waktu itu euyyy, sampai bertanya-tanya kenapa bisa tau atuh ih

      Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Content Calendar

January 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Dec    

Something New

  • Tanpa aba-aba
  • Kenali 3 Gejala Mata Kering Sekarang Juga!
  • Perpisahan Itu Menyakitkan, Tapi..
  • Tentang Asa dan Keinginan, Mana yang Perlu Diwujudkan?
  • Naik Bus buat Travelling? Why not!
  • Persiapkan 4 Hal Ini Sebelum Liburan Ke Korea Selatan

Part of

Blogger Perempuan
Mia Fajarani is an Intellifluence Trusted Blogger Banner Bloggercrony
© 2026 Mia & Her Story | Powered by Superbs Personal Blog theme