Abstrak, Cerita Kita, Kehidupan, Pilihan, Writing

Hadiah Itu Adalah Makan Malam

Kumpullah bersama keluarga selagi masih diberi kesempatan oleh Yang Maha Kuasa. Nikmati, resapi, dan syukuri setiap detik bersama mereka.

Setiap setahun sekali, pasti salah satu dari kalian ada yang merayakan hari lahirnya, dan adapula yang hanya bermunajat memohon yang terbaik untuk masa depannya. Dan pastinya setiap orang punya cara tersendiri untuk merayakan ulang tahun yang mampu memberikan kesan mendalam.

Sudah sering dengar dong, kalau kebahagiaan itu tidak dapat dibeli oleh uang? Yap! Betul sekali. Keluarga gue bukan tipe keluarga yang dikasih uang, lalu terserah kamu mau ngapain uang itu sebagai tanda hadiah dari orang tua. Gue terlahir dari keluarga yang menjunjung tinggi kasih sayang pada uang, alias jangan mubazir! ekekek.

Jadi, gue enggak pernah yang namanya traktir teman buat makan-makan, atau ngadain pesta di suatu tempat, hura-hura sampai malam. Alasan utamanya sih, karena ulang tahun gue bertepatan dengan libur sekolah atau libur semester ahaha.

Ketika teman-teman gue minta barang sebagai kado ulang tahunnya, sedangkan gue cuma minta makan malam bersama disuatu tempat yang terjangkau dan disukai keluarga. Alasannya? Karena keluarga gue jarang ngumpul, terlalu sibuk dengan kesibukan masing-masing, terlalu freak dengan kerjaan sendiri dan gak pernah duduk bareng untuk sekedar makan malam.

Ide itu muncul ketika gue main ke rumah teman sekolah, dan Ibu-nya itu ikut makan bareng, tanya hal ini-itu dan cerita panjang lebar tentang masa lalunya. Dari situ, gue ngerasa, ‘oh gini ya rasanya bercengkerama dengan seorang Ibu?’Oh gini ya rasanya makan bareng-bareng disatu ruangan tanpa sibuk masing-masing’

Sebenarnya memang tidak ada hadiah untuk setiap hari ulang tahun, namun gue nyeletukin aja ke Papih dan Mamih:

“Pih, Mih, neng enggak mau kado, tapi neng mau makan diluar”

“Mau makan dimana?”

“Di Pizza”

Kenapa gue pilih Pizza? Karena Mamih enggak suka liat pizza yang diatasnya ada lelehan keju HAHA kek ingus katanya

Dan akhirnya kita pergi sekeluarga ke sebuah restoran Pizza yang terkenal. Disana gue bebas mau Pizza macam apa, toppingnya gimana, minumnya apa. Tapi, gue gak melupakan Mamih, kok. Gue pilih Pizza yang biasa-biasa aja, yang gak ada lelehan keju diatasnya.

Ketika pesanan datang, kita tidak serta merta langsung menyatapnya, tapi ternyata Papih berinisiatif untuk doa bersama. Iya, doain gue dan masa depan gue. Tahu dong ya, Orang Tua pasti akan selalu berdoa untuk kebaikan dan kelancaran masa depan anaknya. Papih yang memanjatkan doa, gue, Mamih, Abang, dan Dede yang mengamininya.

Awalnya memang tidak ada yang diperbincangkan, karena katanya tidak sopan makan sambil ngobrol. Tapi, hal itu gue terobos, gue cerita tentang sekolah, tentang kursus dan tentang teman. Dan alhamdulillah ternyata mereka mendengarkan dan merespon. Perbincangan bukan hanya tentang kehidupan gue, tapi kehidupan mereka masing-masing, loh.

Gimana perasaan gue? Senang bukan kepalang. Gue jadi tahu gimana kerjaan mereka, gimana rumitnya birokrasi mereka dan bagaimana Papih-Mamih bisa bertemu dan memadu kisah hingga proses melahirkan gue. Gue bersyukur karena masih bisa dikasih kesempatan untuk bercengkerama bersama mereka di hari ulang tahun. Meskipun menurut kalian hal ini gak istimewa, percayalah, ini sungguh amat luar biasa bagi gue yang jarang ketemu dengan orang rumah, yang kala itu hanya ada gue, Abang, Mamih dan Papih. Dari tahun ke tahun hingga anggota keluarga bertambah (Abang sudah nikah dan punya dua orang anak), permintaan ulang tahun gue masih sama, yaitu makan malam. Gak kurang dan gak lebih dari makan malam.

IMG_20150711_232454
Edisi Ulang Tahun yang ke 21

Hingga tahun, bulan, dan tanggal ini, kebiasaan itu makin berkembang. Makan malam bersama tidak hanya dilakukan saat ulang tahun, tapi disetiap malamnya. Baik makan diluar atau sekedar beli makanan dari luar. Intinya makan bareng! Dan malam minggu itu jadwalnya makan malam wajib. Jadi, kalau kalian mengira gue jomblo kesepian di malam minggu, itu salah besar! Hidup gue enggak pernah sepi ketika berada diantara mereka. Karena kita selalu berbagi cerita, tentang sekola, pertemanan hingga pekerjaan. Hidup itu indah kalau dibawa sederhana. Gak melulu harus fancy thing untuk suatu kebahagiaan yang sempurna.

So, kalau kalian jarang ketemu dengan orang terkasih, khususnya Orang Tua, ajaklah mereka untuk makan malam bersama!

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog ulang tahun ke lima Warung Blogger

Share

4 Comments

  • Reply

    Khoirur Rohmah

    25 May, 2016

    makan malam bersama orang terkasih itu sesuatu banget lohh kakak hhhee

  • Reply

    Oky Maulana

    26 May, 2016

    Aku sampai sekarang selalu ngehide ulang tahun aku di semua sosmed wkwkwk

Leave a Reply