Waktu

Ibu

Ibu.

Lebih indah jika selalu ku lantunkan nama mu yang selalu menyertai di setiapĀ  nafasku.

Kata mutiara yang terucap dibibirmu seakan menjadi sebuah proteksi diri ini dalam mengarungi kehidupan yang tak ku ketahui jalan ceritanya.

Ibu.

Selalu aku mengeluh dan bergurau tentang cinta padamu.

Karena tempatku berkeluh kesah tentang hidup hanyalah berada dipangkuanmu.

Ibu.

Aku selalu merasa takut ketika suatu saat nanti aku harus melepaskan diri dari pangkuanmu.

Apa aku mampu bertahan hidup tanpa belaian hangatmu padaku

Apa aku mampu menghadapi kejamnya dunia tanpa ujaran-ujaran manis darimu .

Ibu.

Kerinduanku padamu takkan habis walau bertemu sehari penuh tapi harus berpisah untuk satu tahun lama nya.

Ibu.

Aku sadar bahwa aku bukan sepenuhnya milikmu dan engkau bukanlah sepenuhnya milik ku.

Aku sadar bahwa aku hanyalah titipan dari Yang Maha Esa, maka aku tak akan dapat selalu bersamamu untuk mengarungi hidup.

Ibu.

Bagaimana bisa aku menghirup udara yang sama tapi tak dapat ku temukan wajahmu disekitarku?

Ibu.

Rasanya aku tak akan mampu menjalani semua ini tanpa dirimu yang selalu menghujaniku dengan senyum khasmu.

Rasanya hidup ini hampa tanpa dukungan cinta darimu.

Ibu,

Tetaplah dekap aku dalam pelukan hangatmu yang dapat melelapkanku di tidur indahku.

Teruslah menyemangatiku dengan kata-kata mutiaramu yang mampu membakar semangatku untuk mewujudkan impian

Share

Leave a Reply