Kehidupan, Perpisahan, Pilihan

Kebahagiaan yang abadi

Karena kebahagiaan yang hakiki adalah ketika semua penderitaan ini menghilang ketika ajal menjemput dengan indahnya.

Kebahagiaan didunia hanya sekejap dapat dirasakan dan peluhnya pun tak selamanya menetap di tepi kening.

Berakhir pula semua kebahagiaan itu kala semua ini semakin mendekati waktunya.

Kebahagiaan di dapat bukan hanya dengan kerja keras, namun juga takdir tuhan yang sangat menguasai kehidupan ini.

Kebahagiaan mudah sekali luput ketika semua diam tak bergerak.

Tak ada lagi tawa, tak ada lagi suara.

Semua diam tak berkata dan bersuara.

Mudah saja membeli kebahagiaan, namun tak semuanya dapat dan akan bertahan lama.

Semua memilki waktunya masing-masing dan memiliki keterbatasan serta batas akhirnya.

Saat ini aku tertawa penuh rona kebahagiaan dan tawa yang meliputi bibir ini dengan indahnya. Namun bisa saja besok aku menangis terharu, tersedu hingga habis suara.

Saat ini aku tersenyum bahagia melihat sang kasih menuju pelaminan pertama dan terakhir.

Aku tak mungkin bersamanya, begitupun ia yang tak mungkin bersamaku.

Aku sebut itu sebuah kebahagiaan karena jika ia bersamaku, maka ia pun tak akan merasakan kebahagiaan yang hakiki.

Mengalah bukan berarti kalah dan harus mengalah bukan berarti lemah. Semua itu dilakukan agar semua ini terasa adil dan semua dapat merasakan kebahagiaanya.

Memiliki belum tentu menemukan kebahgiaan itu, namun ketika semua berada pada tempat yang seharusnya maka kebahagiaan itu akan tercapai.

Tak mudah untuk mendapatkan kebahagiaan dan tak sulit untuk meraihnya kedalam genggaman.

Mengalah dan memahami situasi adalah cara terbaik untuk mencari kebahagiaan yang sesungguhnya akan tercapai

Share

Leave a Reply