Cerita Kita, Review, Waktu, Writing

Menghapus Data Motor Yang Sudah Terjual

Tahun baru alhamdulillah, resolusi semoga tercapai.

Apa resolusi tahun 2020 kalian? Punya rumah, mobil atau motor baru? Yang penting, jangan selingkuh ya. Karena selingkuh melukai jiwa, merusak hati dan fikiran serta mengobrak-abrik perasaan. Selingkuh itu awalnya memang menyenangkan, tapi efeknya akan panjang. iya, udah udah curhatnya.

Kalau kamu mau punya motor baru, motor yang lama dikemanain? Kalau dijual kepada orang lain, jangan lupa segera hapus data motor yang terdaftar atas nama kamu ya, gaes. Kenapa?Tentunya hal itu akan jadi beban dipundak serta dompet kamu jika tidak segera dihapus. Maksudnya apa sih mia, nggak jelas banget manusya satu ini ngomong babibubebobo.

lifepal

Jadi gini gaes, setiap kendaraan yang kamu beli atas nama dan NIK kamu, pasti akan terdaftar dan tercatat di kepolisian serta pajak. Nah, di Indonesia sendiri diterapkan yang namanya sistem pajak progresif kendaraan. Pajak progresif merupakan tarif pemungutan pajak dengan persentase yang didasarkan pada jumlah atau kuantitas objek pajak dan juga berdasarkan harga atau nilai objek pajak. Jadi, semakin banyak kendaraan, semakin tinggi pula presentase pajak yang akan dikenakan.

Sudah terbayang dong kalau kamu punya kendaraan yang sudah dijual kepada orang lain, tapi belum dibalik nama. Efeknya akan terasa ketika kamu membayar pajak kendaraan pengganti, biaya akan membludak euy.

Perumusan biaya pajak progresif kendaraan singkatnya seperti ini gaes,

Mobil Pertama

  • PKB: Rp 75.000.000 x 2% = Rp 1.500.000
  • SWDKLLJ: Rp 150.000
  • Pajak: Rp 1.500.000 + Rp 150.000 = Rp 1.650.000

Mobil Kedua

  • PKB: Rp 75.000.000 x 2,5% = Rp 1.875.000
  • SWDKLLJ: Rp 150.000
  • Pajak: Rp 150.000 + Rp 1.875.000 = Rp 2.025.000

Tapi mohon dicatat bahwa pengenaan tarif pajak progresif akan berbeda-beda pada setiap daerah.

Gimana jalan keluarnya ketika kamu sudah jual kendaraan pertama, dan tidak ingin dikenakan pajak progresif?

Jawabannya simple, BLOKIR STNK!

Blokir STNK ini bertujuan agar kamu tidak terkena pajak progresif yang menguras kantong serta membiasakan pembeli kedua patuh pada aturan dengan segera mengurus balik nama BPKP kendaraan.

Sekarang, kamu pasti bertanya bagaimana sih cara melakukan pemblokiran STNK kendaraan yang sudah dijual? Ini cara mudahnya :

1. Sebelum menjual kendaraan, pastikan kamu memiliki fotocopy BPKP serta STNK.

2. Datang ke kantor Samsat daerah kamu dengan membawa fotocopy KTP, BPKP, STNK serta materai senilai 6000.

3. Datangi loket pemblokiran STNK Kendaraan dan minta form surat pernyataan yang nantinya akan dibubuhkan tanda tangan diatas materai 6000.

4. Jika surat pernyataan, dan dokumen persyaratan sudah dipenuhi, serahkan pada petugas agar mereka segera memprosesnya.

5. Petugas akan memberikan info bahwa STNK kendaraan atas nama kamu sudah terblokir.

Mudah bukan melakukan pemblokiran STNK? Sayangnya, hal ini baru saya ketahui ketika saya membayar pajak kendaraan bermotor milik kedua, kata petugasnya “ini kena pajak progresif ya” dalam hati aku, mampus belom gajian udah kena progresif wkwkwkw. Sebenernya agak kesel sih, ini sang pembeli motor aku yang terdahulu apa nggak sadar peraturan atau males biaya balik nama? Tapi, ya sudah itu jadi bahan pembelajaran bagi kita semua ya gaes.

Yuk, cek lagi apakah kendaraan yang sudah kamu jual masih tercantum sebagai milik kamu. Pake enggak, bayar iya. Pembaca bijak, wajib pajak!

with love,

MF

 

Share

3 Comments

  • Reply

    Jiah Al Jafara

    20 December, 2019

    Ealah, begitu ya. Aku pas tahun kapan beli motor seken. Waktu mau bayar pajak, langsung kubalik nama biar gak repot. Gak tahu juga waktu itu kalau ada beban buat pemilik nama pertama

    • Reply

      Mia Fajarani

      20 December, 2019

      Wah, Mba Jiah contoh yang patuh aturan dan pajak! haha sayangnya pembeli motor aku nggak langsung dibalik nama huwaa, jadi bebas pajak progresif kala itu ada di aku. huhu

  • Reply

    N Firmansyah

    28 December, 2019

    Gak punya motor gue Mi. Gue blokir kontak lu aja kali ya. Hahahaha

Leave a Reply