Pilihan, Waktu

Segulir Cerita Tentang Anak ‘Kedua’ Part I

Segulir cerita tentang anak manusia yang memiliki seorang kakak dan adik…

Anak ‘kedua’ biasanya di olok-olok dengan para sahabat orang tua, saudara, bahkan tetangga, yang mengatakan bahwa anak kedua itu tidak disayang.
Perkataan seperti ini bagi seorang anak kecil akan melekat dan menjadi sebuah doktrin.


Akan parah adalah ketika sang anak masih di bawah usia yang mampu berfikir dan berargumentasi.
Contoh nya adalah seorang anak yang berada di tingkat sekolah dasar.
Hal ini akan menjadi sebuah doktrin yang kuat melekat tertanam diotak nya

“Bahwa ‘aku’ adalah anak kedua dan mamih papih gak sayang sama aku.”
Hal ini mampu memicu rasa iri yang tinggi bahkan mampu menyebabkan tekanan batin yang cukup berat.
Dimulai dengan doktrin inilah akan ada banyak hal yang dikategorikan tidak adil oleh sang anak kedua. Contoh ceritanya adalah…

1. Antara sang tetua penerus keluarga dan generasi terakhir sebagai penyempurna..

Anak pertama dapat dikatakan sebagai pucuk tanaman. Dia adalah masa depan keluarga..dia adalah sang pencerah keluarga.. dan dia adalah penentu kemakmuran keluarga dimasa depan..dan dia juga adalah pengganti ayah ketika ayah tidak ada..
Anak ketiga adalah penyempurna kehidupan sang kakak anak pertama..generasi yang lebih baik daripada yang pertama dan kedua.. dia adalah pengharapan terbesar dan terakhir orang tua.

a. Permintaan anak pertama
Q: Pah Mah, aku mau beli sepeda motor buat sekolah.
A: Iya minggu depan papah beliin ya
Dan kemudian minggu depan motor itu dibelikan oleh kedua orang tuanya

b. Permintaan anak kedua
Q: Pah Mah, aku mau kursus bahasa inggris di sana.
A: Nanti ya. Uang nya kan udah kepake buat beli motor kakak kamu
Sudah tau kan apa hasil dari permintaannya?

c. Permintaan anak ketiga
Q: Pah Mah, aku mau punya sepeda. Besok beliin!
A: Iya, besok ya de
Dan keesokkan hari nya sepeda itu sudah terpampang indah di garasi rumah

Terbayangkan dari kenyataan yang seperti itu dan doktrin yang tertanam didalam anak kedua tersebut.
Sakit yang luar biasa bahkan mampu menciptakan keputus asaan anak itu.

2. Antara kehendak dan tuntutan.

Percakapan keluarga ketika makan malam..
1: mah besok aku ada perform di acara XXX sampe malem
2: hmm kalau aku ada kerja kelompok dirumah temen mah
3: yah trus aku dijagain sama siapa doong?
OT : tenang ya de, kakak kedua jagain kamu ko.
Kak kamu ga usah kerja kelompk dirumah temen. Dirumah aja sekalian jagain adenya.
2: tapi mah pah…
OT: *dengan muka datar tidak menanggapi ucapan sang anak kedua

Antara keinginan dan tuntutan orang tua..
Itulah apa adanya cerita..
Menyakitkan ketika hendak mengikuti keinginan bersama, namun sayang nya semua terbentur dengan tuntutan dan kewajiban dari orang tua..

Seribu cerita tentang serba-serbi anak kedua…

kamu punya kisah tentang anak kedua lainnya?

Share

Leave a Reply