Kebudayaan, Kehidupan, Review, Travelling, Wisata, Writing

Topeng Losari, Melestarikan Budaya, Memperkaya Pengetahuan Sejarah

Tari Topeng di Indonesia memiliki banyak jenis dan ragam berdasarkan wilayah dari Sabang hingga Merauke.

Tari Topeng apa sih yang biasa kamu ketahui dan terdengar familiar? Pasti ada yang menyebut Tari Topeng Betawi, dan ada juga tari topeng Dayak.

Tapi, ternyata nggak Cuma itu, ada buanyak banget jenis tari topeng di Indonesia yang sampai sekarang masih dilestarikan oleh para penerusnya. Sebut saja Tari Topeng Losari dari Cirebon.

Tari topeng yang satu ini sekarang sudah berusia lebih dari 4 abad lho. Lebih tua dari kamu atau nenek/kakek, kan?

Yuk, kenali lebih dalam mengenai Topeng Losari yang sudah ada dari sebelum kemerdekaan Indonesia.

Tari Topeng Losari diciptakan oleh Pangeran Angkawijaya atau Panembahan Losari yang dimaksudkan untuk menyebar ajaran agama islam di wilayah Cirebon. Ada beberapa poin yang membedakan Tari Topeng Losari dengan tari topeng lainnya yag bisa dilihat dari beberapa gerakannya, seperti 

  1. Gerak Galeyong
  2. Pasang Naga Seser (kuda-kuda menyamping lebar) menyerupai sikap Kathakali di India, 
  3. Sikap Gantung kaki yang mirip dengan kaki patung Dewa Shiwa sebagai Nataraja dari India yang mengharuskan penarinya memperlihatkan telapak kakinya ke samping.

Untuk menggunakan Topeng dalam setiap penampilan tuh nggak bisa sembarangan, kamu harus melakukan beberapa ritual hingga akhirnya dinobatkan menjadi “dalang topeng”

Kebetulan, dalang  Topeng Losari yang sekarang merupakan cucu dari yang sebelumnya, yaitu Mba Nani, sebagai trah atau generasi ke tujuh.

Trah atau generasi ini memang langsung turun dari Mba Nani dari sang nenek, jadi secara tidak langsung Ia telah disiapkan untuk menjadi dalang dengan melakukan beberapa ritual dari usia SD kelas 5 hingga kuliah.

Panjang ya perjuangan untuk menjadi penerus tarian tradisional yang satu ini?

Tapi, memang sebagai generasi muda kita tuh harus melestarikan warisan budaya gaes, dimulai dari Bahasa daerah deh. Kayaknya sekarang udah banyak kan beberapa Bahasa yang musnah atau tidak ada penutur bahasanya.

NaniTopeng

Ada beberapa fakta menarik nih yang sudah saya rangkum dari beberapa sumber gaess, check this out!

  • Banyak pentas di dalam dan luar negeri.

Sepak terjang pementasan Tari Topeng Losari bukan cuma di Indonesia, tapi juga mancanegara! Sering diundang ke beberapa acara festival kesenian dunia.

  • Live Music!

Nggak cuma di kafe yang ada live music, tapi setiap penampilan maupun sesi latihannya, Topeng Losari selalu menggunakan musik langsung yang dimainkan oleh para pengrawitnya gaes!

  • Tidak ada lubang mata pada topeng.

Nah, bingung kan gimana bisa nari tanpa lihat audiens? Eits, ternyata hal ini punya filosofi gaes. Kepada siapapun kamu mentas, baik itu pejabat tinggi maupun masyarakat biasa, selalu tunjukkan yang terbaik dan jangan shombong.

  • Ada ritual khusus sebelum dinobatkan menjadi “dalang Losari”

Menurut sumber, ada beberapa langkah atau ritual yang harus dilakukan sebelum dinobatkan sebagai penerus Topeng Losari lho. 

Ritual dimulai pada malam hari dengan cara berkeliling kampung menggunakan kemben, lalu mandi di tujuh sumur tua yang ada disekitar tempat tinggal. Sumur yang didatangi untuk mandi haruslah berupa sumur kuno, agar kesan magis lebih tertanam dalam ritual tersebut. Ritual pengukuhan dalang Topeng berlangsung dari tengah malam hingga pukul tiga dini hari. Setelah ritual itu, Nani resmi menjadi dalang Topeng Losari.” – source: kemdikbud

  • Topeng yang digunakan udah tua buanget

Tau nggak gaes? Pastinya sih nggak tau ya. Jadi, topeng yang digunakan oleh Mba Nani ini asli, asli banget dari pertama kali tarian ini diciptakan lho. Daebak banget nggak tuh? Kok bisa awet banget gitu ya sampe awet?

Unik dan banyak cerita sejarahnya kan gaes. Kalau kamu nonton pertunjukannya, pasti berdecak kagum deh, sumpeh! Saya yang kala itu ada pekerjaan terkait meliput penampilan Tari Topeng Losari di work trip aja merasa takjub melihatnya. kelenturan tubuh para penarinya bikin saya ngilu, iya, badan saya kaku bat cuy, jadi kalau nari kadang suka nyeri hahaha.

Kalau pandemi sudah bisa diatasi, kayaknya bakal seru buat nari bareng di sanggarnya nggak sih? Yuk, kita buat rencana bareng!

Nah, sekian ulasan tentang Tari Topeng Losari ini gaes. Yuk, lestarikan budaya kamu dan siapa tau bisa terkenal sampai keluar negeri juga yakan.

Share

Leave a Reply