Kehidupan, Writing

Tuhan, Aku Lelah.

Ada saatnya tangis tak terbendung, dan sendu menyelimuti.
Ada kalanya sakit hati ini kembali dan ada kalanya sakit hati ini lenyap meski berbekas.
Bukan aku yang menyebabkan semua ini, tapi mereka yang menciptakannya.
Aku sudah mencoba untuk rendah diri tidak meminta hati, tapi mereka selalu memberi tanpa arti.
Bukan, bukan untuk aku. Tapi untuk dia. Dia yang akan menjadi tanggungan jiwa dan menjadi penerang bangsa.
Aku sudah mencoba untuk melerai, tapi ternyata hati berkata lain.
Tangisku pecah, hatiku hancur dan kepala ini hendak meledak menjadi satu ledakan maha dahsyat.
Tinta ini kugoreskan, karena tak ada tempat terbaik selain kertas putih bergaris.
Pernah ku bilang, jika hati ini meledak, semuanya akan berdampak pahit getir dan perpecahan diseluruh ruang waktu.
Aku tak mampu menahannya, aku tak sanggup menerimanya.
Rendah diri ini dipandang sebelah mata oleh mereka. Padahal mereka tak tahu apa yang sebenarnya yang terjadi dalam jiwa.
Aku penyeimbang antara semua jaringan, aku yang menerima segala konsekuenainya.
Resiko menyakitkanpun tetap aku terima.
Bukan, bukan aku menyerah. Tapi aku hanya tak mampu.
Mereka yang menganggapku bergelimpangan harta, nyatanya aku bukan apa-apa.
Lelah, letih, pedih, perih.
Biarkan aku pergi kali ini saja, karena takkan pernah bisa aku ulangi untuk kedua kalinya.
Aku tersiksa, itu sudah biasa.
Aku menderita, itu sudah menjadi kebiasaan.
Aku menangis, itu adalah hal yang tak dapat dipungkiri.
Tuhan, aku lelah.
Tuhan, aku lelah.
Tuhan, aku lelah.

Share

12 Comments

  • Reply

    ifadilah

    12 April, 2016

    Situ kenapa mi? Mereka siapa?
    Dan ada apa dengan hastag anak ke dua? Jadi sedih aing.

    • Reply

      Mia Fajarani

      14 April, 2016

      Ahaha hastag anak kedua itu gue. Aih emang sedih ege haha

  • Reply

    mawi wijna

    13 April, 2016

    Kalau lelah, duduk istirahat, sambil banyak-banyak berdoa pada Tuhan. 😀

  • Reply

    Susindra

    18 April, 2016

    Kalo lelah, jalan-jalan ke perkampungan kumuh, kalau tidak ada ya perkampungan yang rumahnya semi permanen. Pasti langsung ga lelah.

    • Reply

      Mia Fajarani

      19 April, 2016

      Cuci mata gitu ya, mba? Kalau rumah semi permanen gitu emang ada ngaruh nya, mba???

  • Reply

    Kurma Lulu

    28 April, 2016

    Mba Mia lelah? sini mba ngopi bareng sini, biar capeknya ilang, sambil ngobrol-ngobrol gitu

    • Reply

      Mia Fajarani

      28 April, 2016

      aihh, aku diajak ngopi buat menghilangkan lelah. boleh request, ngeteh aja gak? haha

      • Reply

        Fandhy

        29 April, 2016

        wah dapet ajakan ngopi, ngopi ngopi cantik X)

        • Reply

          Mia Fajarani

          29 April, 2016

          Aish hahaha. Hayuk kita ngopi cantik di Jakarta sini.

  • Reply

    Natalia Bulan

    30 April, 2016

    *Peluk Mia*

Leave a Reply