Untuk Hati Yang Sendiri

Untuk setiap rasa yang tak bisa tersampaikan dengan baik,

Untuk setiap air mata yang hanya bisa disimpan sendiri,

Dan untuk setiap cerita yang tak memiliki tempat untuk dipublikasikan.

Ada alasan mengapa rasa itu tidak bisa tersampaikan dengan baik dan akhirnya hanya di simpan saja.

  1. Ia takut orang lain akan salah paham
  2. Ia terlalu sering tersakiti dengan orang yang sudah dipercaya
  3. Ia benar-benar tidak bisa mengungkapkannya karena takut orang lain akan tersakiti.

Semua rasa itu dipendam sendiri, hingga tak tahu kapan akan meledak karena tak mampu lagi memendam. Apalagi rasa pedih, yang dipendam terlalu lama dapat meledak sambil diiringi air mata yang mengalir sendiri tanpa ada yang mengundang.

Menangislah, agar dunia tahu bahwa tidak ada orang yang tegar dan tidak menangis. Semua orang tegar pasti menangis, hanya saja yang membedakan ia tegar atau tidak adalah bagaimana ia menghadapi kenyataan selanjutnya.

Hari ini aku menangis sambil diiringi lagu yang liriknya mampu menyayat hati. Sebegitu mudahnya air mata ini keluar, karena sudah terlalu lama dipendam.

Air mata sebagai sebuah bukti bahwa hatipun tak dapat lagi berkata-kata. Diwakilkan air mata dengan seluruh nafas yang terkuras.

2 Replies to “Untuk Hati Yang Sendiri”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*